Allasso

Allasso

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 3, 2017
Aku tidak pernah tau kenapa tuhan mempertemukanku dengannya, mengunci seluruh perhatianku dengan kedipan mata. aku tidak pernah tau kenapa tuhan menjatuhkan rasa terindah yang aku punya dalam hatiku pada sosoknya. sebuah rasa yang pelan tapi pasti telah berkembang menjadi pohon-pohon harapan kebahagian. aku tidak tahu kenapa hanya sepersekian detik aku menatapnya rasaku telah berputar haluan menuju ke dermaga cintanya. Bagaimana aku sanggup menolehkan leherku disaat dia memenjarakan pandanganku padanya ? apapun rintangannya aku tak pernah takut memikulnya, dia mengajariku agar tetap kokoh berdiri tegas. Dan satu lagi , aku tidak pernah tau kenapa justru disaat aku menetapkan rasa itu disutulah ceritaku mulai mengalami titik buram. yang jelas aku tidak tahu akan berlabuh bahagia atau malah sebaliknya. Dia selalu mengatakan " I see my future in your eyes". -Audy Ashaki-
All Rights Reserved
#974
troublemaker
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENNIES
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • My Destiny (Complete)
  • Juan [REVISI]
  • Sejenak Luka
  • senja di matamu
  • Amour (COMPLETE)
  • About kevin (End)✅
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Shivviness[END]
DENNIES

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines