Your Hardest Goodbye

Your Hardest Goodbye

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 28, 2017
Pertemuan Sekar dan Erwin di sebuah toko pakaian ternyata menyimpan kisah tersendiri bagi Erwin. Ia mengagumi Sekar. Tapi ia menyadari bahwa dia bukan siapa-siapa. Waktu berlalu, Erwin yang dulunya seorang kasir toko berubah menjadi pemilik gerai pakaian internasional sekaligus kolektor lukisan. Sedangkan Sekar adalah seorang fashion desainer terkenal. Bertahun-tahun kemudian setelah pertemuan yang tidak mereka sadari itu, mereka berdua terlibat dalam sebuah proyek besar. Hingga keduanya menjalin hubungan dan resmi menjadi sepasang kekasih. Tetapi, Erwin mendadak pergi meninggalkan Sekar. Dan hanya meminta Sekar menghubunginya melalui surat. Apa alasan kepergian mendadak Erwin dan mengapa ia hanya memperbolehkan Sekar mengabarinya melalui surat? Temukan kisahnya dalam buku ini. ---- Part Sekar akan ditulis oleh Saidahumaira Part Erwin ditulis oleh saya sendiri.
All Rights Reserved
#460
art
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Antara Bayang dan Rindu
  • Perempuan Kedua
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • Meraih Cinta Suamiku
  • THE SUN DWELLING THE ICE
  • RINJIN;PERJUANGANKU
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines