Love and Hate

Love and Hate

  • WpView
    Reads 1,843
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 16, 2019
Menjadi pengangguran selama dua minggu mengharuskan Ginara Aurin mencari pekerjaan baru. Siapa sangka teman yang di temuinya di club membantu mencarikan pekerjaan. Setelah masuk di perusahaan Gina bekerja. Ia harus bersikap sabar menghadapi CEO Evan Angkasa Wijaya yang angkuh , dingin, dan tak banyak bicara.
All Rights Reserved
#187
model
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gara-Gara Tas, Aku Jadi Sasaran
  • Stay with Nathan
  • The Perfect Mess
  • Secret of love. *Diana Alvin *
  • My Big Boss
  • Terjebak Kontrak Brand Ambassador
  • One More Time, One More Chance [TAMAT]
  • Bookish Love | ✓
  • Arogantsi Reval

Carissa Sekar Larasati, seorang gadis biasa yang bekerja di divisi Analisis Data pada Geraldo Global Ventures, menjalani hari-harinya dengan tenang dan nyaris tak terlihat. Selama dua tahun bekerja, ia belum pernah sekalipun bertemu dengan CEO misterius yang kabarnya dingin, tegas, dan sulit didekati. Baginya, yang penting adalah bekerja dengan baik dan tidak menarik perhatian atasan. Namun, segalanya berubah drastis ketika Carissa pergi ke pusat perbelanjaan bersama sahabatnya untuk membeli tas Namun, tepat saat ia hendak mengambil tas terakhir di rak, sebuah tangan lain meraih tas yang sama. Tidak terima, Carissa tanpa ragu langsung beradu argumen dengan pria yang ia anggap "penyabotase tas orang". Dengan nada kesal, ia memaki pria itu sebagai "si angkuh yang sok kaya dan egois". Siapa sangka kesialan datang begitu cepat? Keesokan harinya di kantor, Carissa kembali bertemu dengan pria itu-dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa pria tersebut adalah Calvin Amos Geraldo, CEO Geraldo Global Ventures! Di antara rasa takut dipecat, insiden-insiden memalukan, dan pertengkaran kocak soal tas, Carissa mulai menyadari akan satu hal: Calvin tidak sekaku yang ia bayangkan. Bahkan, pria itu sepertinya menikmati setiap kali ia melawan atau memprotesnya. Tapi, apakah perhatian Calvin hanya karena insiden tas sial itu? Atau ada alasan lain yang lebih dalam di balik tatapan tajam dan sikap jahilnya? Satu hal yang pasti, sejak hari itu, kehidupan Carissa di kantor tak pernah lagi berjalan normal-terutama saat CEO menyebalkan itu terus-menerus muncul dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines