Lying In Secrets

Lying In Secrets

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2018
"Kupikir kau berada disini. Tapi tidak ada yang mengetahuinya. Tidak ada yang mengetahuinya. " Karena Aku adalah hantu, terjebak dalam keadaan hidup dan mati. Aku tidak tahu apa yang salah. Aku tidak bisa merasakan apa-apa. Terkadang, aku beripikir bahwa ini hanyalah sebuah permainan. Tidak peduli seberapa kuat keinginanku untuk hidup dan mengakhiri permainan, aku tetap tidak bisa mengingat rahasia hidupku yang telah lama hilang. Tetapi, seseorang dapat melihatku,menyentuhku, mendengarku, dan dari semua yang kubutuhkan adalah, dia mampu mengutip satu per satu ingatan tentang kematian yang telah lama hilang.
All Rights Reserved
#12
klise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • 00.21(Ending)
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Psikopat Digital? [End]
  • Rainbow Mist ✔️
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Evanescent
  • Quant (On Going)

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines