Ini tentang aku, dirimu, dirinya yang tidak mengerti tentang bagaimana permainan takdir. Kita dipertemukan dalam satu ruang yang sama, ruang yang selalu ku sebut cinta, cinta segitiga. Yang mana aku hanya orang baru untuk mu yang tiba-tiba datang mengetuk pintu hati mu dan meminta izin untuk masuk sebagai tempat ku pulang, dan dia orang yang benar-benar sudah mengenalmu, bahkan orang yang pernah mengisi ruang hati mu, hati yang selalu ku sebut dengan rumah. Aku tidak menyalahkan siapapun, sekalipun itu cinta. Karena yang aku tau cinta tak akan salah.
Andai aku bisa merubah takdir, andai aku bisa merubah perasaan. Tak kan ku biarkan seorangpun terluka karena diriku. Namun apalah dayaku, aku hanya seorang gadis yang baru saja mengenal cinta.
Seandainya engkau datang lebih awal, seandainya kita kenal lebih dulu. Akan aku coba tutup rapat pintu hatiku. Namun sayang, hati ini sudah milik orang lain. Sebesar apapun rasamu terhadapku, sedalam apapun cintamu kepadaku. Dia sudah lebih dulu mengisi kekosongan hatiku. Dia yang lebih dulu menemani hariku.