Tiara (AR01)

Tiara (AR01)

  • WpView
    Membaca 147
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 4, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Maaf ... apa kamu sudah punya pasangan? Kalau iya aku minta maaf banget, karena kakakku bilangnya kamu masih sendiri." "Aku emang masih sendiri kok." Dia yang awalnya mukanya tegang banget sekarang senyumnya udah muncul lagi. Kaya lega gitu kelihatannya. "Baguslah-..." "Tapi aku udah punya anak." "Apa?" "Aku sudah punya anak." "Kamu janda?" "Iya." Emang bener kan, ada Fahira dan juga Ibu yang jadi tanggung jawabku. "Beneran?" "Hm." "Ternyata benar kata orang ya? Kalau janda itu lebih menggoda."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Hello!! my Husband [END]
  • Nikah Muda
  • STOPain
  • Jodoh : When The Love Fall [END]
  • SHADOW ( Selesai)
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • Informed Consent
  • Mbak, I Love You (Tamat)

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan