Mengejar Bidadari

Mengejar Bidadari

  • WpView
    Leituras 12,688
  • WpVote
    Votos 401
  • WpPart
    Capítulos 32
WpMetadataReadConcluída sáb, ago 17, 2019
Kupikir kau adalah satu-satunya yang nyata diantara perempuan- perempuan yang mendiami dunia khayalku, namun ternyata kau juga salah satu bagian dari mereka. Baiklah, kubiarkan kau hidup bahagia bersama orang lain, tapi bukan berarti aku menyerah. Aku tetap tidak akan menghapus peranmu sebagai kekasihku di dunia khayalku. Yang perlu kulakukan saat ini hanya berdo'a, meminta pada Tuhan agar semuanya menjadi nyata. -Alfariel Sandi Arkan Diantara perempuan-perempuan yang hadir dikehidupannya, siapakah yang dianggapnya bidadari dan pantas untuk dikejar? Mari ikuti kisahnya.
Todos os Direitos Reservados
#102
kanaya
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Mahligai Sunyi
  • save me
  • ARGA
  • Koneksi Dekat : Cinta yang Tak Terduga
  • Sekali Lagi (End)
  • Im Yours.
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • DIKANESHA
  • Goodbye
  • FALLING IN LOVE

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo