Wistful

Wistful

  • WpView
    Reads 700
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 26, 2019
Akan selalu banyak titik, koma, bahkan tanda seru dalam kumpulan kalimat. Yang mengharuskan ada jeda sebelum kembali melanjutkan membacanya. Seperti kamu, seperti hidupmu, yang membutuhkan jeda sebentar untuk menangisi mirisnya hidupmu, untuk bahagia karna keberuntungan yang tak sengaja memihak kepadamu, dan untuk merenungkan kesalahan yang selalu kamu lakukan. Maka jangan heran, jika hidupmu seperti kalimat-kalimat dalam buku yang sering kita baca. Skip// Happy reading♥ *Warning* Hanya tulisan receh yang sedikit nyeleneh.
All Rights Reserved
#275
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Koma Titik Balik
  • TITIPAN HATI (END)
  • My Precious Husband
  • Poetry Sad
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • JAM 3 SORE
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Ranting Kering  (END)

Titik mengakhiri sebuah kalimat. Koma memberi jeda di tengah kalimat. Tapi aku memilih titik koma sebagai tempatku beristirahat. Dari sanalah aku membangun titik balik: untuk melanjutkan, untuk pulih, dan untuk menyelesaikan apa yang dulu ingin kutinggalkan. Karena aku percaya, tidak ada luka yang sia-sia, dan tidak ada perjalanan yang tidak diberi makna. Selama kaki tetap melangkah ke arah jalan-Nya. Titik koma (semicolon) adalah tanda baca yang tak benar-benar menghentikan kalimat. Begitu pula aku, yang pernah berada di titik terendah, hampir mengakhiri segalanya. Dalam pergolakan batin, aku mencari makna di balik luka, trauma, masalah keluarga, tekanan hidup, dan kehampaan yang terus menghantui. Perlahan, aku sadar perjalanan ini belum selesai. Seseorang dari masa lalu kembali hadir, membimbingku menemukan cahaya yang sempat redup. Ini adalah kisah tentang kehilangan, pencarian, dan perjalanan kembali menemukan diri. Tentang bagaimana seseorang bisa jatuh begitu dalam, namun tetap memiliki pilihan untuk bangkit. Karena seperti titik koma, hidup ini tidak harus berhenti, ia masih bisa berlanjut, dengan cara yang berbeda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines