Kontemplasi

Kontemplasi

  • WpView
    Reads 629
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2024
Mari berkontemplasi bersama. Saya menuliskan ini semata-mata hanya ingin mengingatkan diri sendiri. Untuk memperbaiki diri. Untuk menenangkan ketika sedang merasa sendiri. Dan untuk siapapun yang ingin membaca ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paper Hearts
  • fake love
  • Senja Terakhir
  • TAKDIR TAK TERDUGA (on going)
  • Dream in Sadness
  • Cinta Masa Kecil
  • Strong Girl
  • Mimpi
  • REMEMBER WHEN

Aku dan kamu, sama. Masing-masing dari kita punya mimpi. Mungkin impianku dan impianmu berbeda, namun satu yang pasti, aku dan kamu tentu ingin impian itu menjadi nyata. Ibuku pernah berkata bahwa untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu tidaklah mudah, namun tidak juga tidak mungkin. Selama kamu dan aku berjuang, pasti kita bisa meraih impian kita. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menganggap remeh kita? yang mengucilkan mimpi kita? yang mengatakan mimpi kita adalah hal yang harus kita lupakan? Ya. Aku tau, aku dan kamu pasti pernah terluka karena hal-hal itu. Pahit memang. Namun, jika kamu mau membuka mata dan hati, suatu saat kamu akan berterima kasih kepada mereka yang menyakitimu. Disini, ku tuliskan semua ceritaku dalam mewujudkan impianku. Tentang mereka yang mendukungku, tentang mereka yang mematikan harapanku, juga, tentang dia... malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menyemangatiku dikala aku hampir menyerah pada impianku. Kisah ini kutulis untuk mengenang sakitnya perjalanan menggapai mimpiku, juga, indahnya pelajaran yang kudapat. Kisah ini juga ku tuliskan untuk mengenang indahnya senyumnya. Untuk impianku... dan untukmu, yang tau indahnya bermimpi...

More details
WpActionLinkContent Guidelines