Story cover for waiting for nothing by ahchitraaa
waiting for nothing
  • WpView
    LECTURAS 981
  • WpVote
    Votos 120
  • WpPart
    Partes 23
  • WpView
    LECTURAS 981
  • WpVote
    Votos 120
  • WpPart
    Partes 23
Continúa, Has publicado ago 30, 2017
Aku menulis ini, agar kamu tahu
Seberapa besar perjuangan ku selama ini.
Sekalipun kamu mengabaikan ku.
Kamu pernah selalu ada dalam pikiranku - vira

seorang gadis bernama vira vanesha, biasa di panggil vira. Ia harus merasakan susahnya memperjuangkan dan sakitnya di tinggalkan. Dengan seorang laki-laki yang berusia satu tahun lebih muda darinya.

Adwin laksono, seorang ketua osis yang kebelet ngehits, cowok cuek yang gak mau diperjuangin. "iya, dia salah merjuangin orang yang gak mau di perjuangin!" - adwin.

"Mungkin sekarang adalah waktunya 
Saya berhenti mengharapkan dan memaksakan
Sesuatu yang yang takkan pernah bisa 
Menjadi kenyataan" - Vira

salahkah aku jika mengagguminya? 

"Cinta memang tak harus memiliki
Namun, bukankah semua orang 
ingin memiliki orang yang mereka cintai?" - Vira
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir waiting for nothing a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#376php
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Fre & Fer (Sudah Terbit) cover
Semu [Completed] cover
CINTA KETUA OSIS cover
That One Person, YOU cover
Laskar Jingga cover
DiaNda (END) cover
Dengan Caraku cover
BE ONE [COMPLETED] cover
ANTARA AKU & DIRINYA  cover
 Be Love ✓ cover

Fre & Fer (Sudah Terbit)

55 partes Concluida

[completed] [available on book stores] [winner of wattys 2017 category the new commers] Pertemuanku dengan Fero awalnya hanya sebatas kenal saja. Bahkan untuk berteman dengannya pun tidak pernah terbersit dalam kepalaku. Bukan karena aku tidak suka bergaul, tapi asal kau tahu, Fero itu lain orangnya. Sebuah insiden membuatku terperangkap pada lingkaran pertemanan Fero dan gengnya. Aku bersumpah untuk mengutuk hari-hariku yang akan selalu bertemu mereka sejak saat itu. Kukira hadirnya Fero sebagai pengganggu. Nyatanya anak itu hadir sebagai pelindungku nomor satu. Katanya, apa pun soalku, pasti selalu dia usahakan. Meskipun aku tak pernah memberi upah atas semua usahanya itu. Kini, setelah aku begitu jauh mengenali dia, aku baru sadar kalau anak itu memang lain. Fero, lelakiku yang takut pada kembang brokoli, bisakah kita duduk berdua di atas gedung itu sekali lagi? Copyright®️ by Rishaatp, 2017.