Bintang

Bintang

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 27, 2017
"Max, ayo tenanglah-" "DEMI APAPUN, DAVID APAKAH KAU SERIUS!? AKU MELIHAT KEMATIAN SESEORANG DIDEPAN MATAKU! AKU MELIHATNYA MELOMPAT KEMBALI KE KEMATIANNYA, MENCOBA UNTUK MENJINAKKAN SEBUAH BOM" David berhenti berbicara. Dia merasa tidak enak untuk anak laki-laki itu "Dan kau meminta aku untuk tenang?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Call Me Papa, Della!
  • Only You
  • jika bisa memilih
  • ASRAR [TERBIT]
  • GOLDEN CAGE
  • Mas Duda [Short Story]✔️
  • kopiku
  • Where's Home
  • Bad Girls VS Bad Boys
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins

DILARANG KERAS COPY-PASTE!!! PLAGIATOR ATAU TUKANG REMAKE, SILAKAN MENJAUH!!! ※※※※※※※※※※※※※※※※ Ketika hari yang sangat dinantikan tiba, Dave harus menelan kekecewaan karena kenyataan di hadapannya tidak sesuai yang dia harapkan. Anak yang dia rindukan memanggilnya Papa, malah menyebutnya Om. Lidah anaknya terasa sangat kaku saat mengeja panggilan untuknya. Ada rasa kecewa, dan terluka melihat tatapan polos sang anak yang kini memandangnya lekat. Namun rasa lega lebih mendominasi tatkala melihat sang anak tumbuh sehat, dan ceria. Dave sangat mengutuk pemikirannya dulu yang sempat meragukan anak ini. Tanpa melakukan tes DNA pun, dia atau orang-orang bisa memastikan bahwa mereka memiliki hubungan darah yang sangat kental. Sebab wajah sang anak sangat mirip dengannya. Dave menganggap apa yang diterimanya kini merupakan balasan atas perbuatannya dulu kepada istri, dan anaknya. Sekarang dia harus berusaha keras melakukan pendekatan kepada anaknya, dan berharap anaknya segera fasih melafalkan sebutan Papa untuknya. Untungnya ada sang istri yang membantu mengajari putrinya menyebutkan kata Papa padanya agar terbiasa, tapi anehnya lidah sang anak sangat lentur mengeja kata Papa jika sebutan itu bukan dialamatkan untuknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines