Un-planned Wedding

Un-planned Wedding

  • WpView
    Reads 636
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 30, 2017
Dalam rangka biar dapet hadiah un-planning wedding spin off dari kaka author PenyihirAgung ° ° ° elleonora-Zaynal (Nora-Zi) Cerita ringan yg ngebahas tentang keseharian (kehidupan pernikahan - dadakan) dari couple ini... Kadang romantis bikin deg-deg an... Kadang ngeselin bikin gigit jari... Kadang garing bikin geleng2... Kadang lucu bikin gemes... Kadang sedih bikin sakit ati... Ya memang begitu sih kata orang2... Kalau hidup bersama itu bukan jaminan kehidupan kita bisa lebih baik dari sebelumnya... Tapi juga bukanlah suatu kepastian apabila hidup kita menjadi lebih buruk dari sebelumnya... Karena apapun yang kita lakukan sebagai manusia hanyalah menjalani apa yang sudah disiapkan oleh tuhan... Kita hanya perlu melakukan sebaik yang kita bisa lakukan tanpa harus menjadi yg terbaik... Karena yang terbaik bukan milik kita sebagai manusia... #teamnorazi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Wrong Bride (#4 Wiratama's)
  • friendship dump
  • Weird Wedding ✓
  • Here With Me
  • ALEREIN [TAMAT]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Jodoh di tangan mama ✔
  • Neroncia✔️
  • Filosofi Jodoh
  • Trial & Error

[End] Gagal menikah, kehilangan kedua orangtuanya. Sebenarnya kesalahan apa yang telah ia perbuat sampai mendapat ujian bertubi-tubi? Tiba-tiba saja Reza datang, menawarkan sebuah pernikahan seolah hal itu hanyalah mainan. Saat ia berusaha menolak Reza, tanpa belas kasih ia mengancam Elena. Haruskah ia menerima pernikahan tanpa cinta ini? Terlebih nantinya dia akan bertemu dengan orang-orang yang menyakitinya, sanggupkah dia? . . "Jangan pura-pura bodoh, aku sudah mengatakannya tadi. Penawaran terakhir Elena, terima lamaranku atau keluargamu menjadi gelandangan. Oh ya, satu lagi, setelah perusahaan pamanmu, perusahaan milikmu lah selanjutnya." "Aku tidak tahu jika Wiratama memiliki monster, aku menyesal mengenal kalian."

More details
WpActionLinkContent Guidelines