Ode Senja

Ode Senja

  • WpView
    Reads 398
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 13, 2017
"... beruntungnya hari yang menjuntai pada senja yang indah..." Kehidupan manusia, sejak mula hadir ke dunia ini, beranjak dari waktu ke waktu dan menepi di usia senja (penghujung usia). Dan setiap orang mendapatinya berbeda-beda. Bagiku, rasanya seperti hari yang bergulir dari waktu ke waktu dengan beragam rupa yang suatu saat bertemu pula pada senja.
All Rights Reserved
#33
ceritamini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BL| I'm Pregnant With The Child Of The Traitor General In My Past Life
  • The Reborn Noble Girl Is Hard to Find (The Glory)
  • [3] Awakened Multi Talented Goodes is Doted
  • Destiny (Xicheng)
  • Senja Dan Rindu
  • [4] Awakened Multi Talented Goodes is Doted
  • DEAR CAKRAWALA
  • Senja Termendung
  • Langit & Hujan
  • -Sebuah Kisah untuk Senja-

Sinopsis Pangeran yang dibesarkan di Istana Dingin pernah didorong ke posisi tertinggi oleh kekasihnya dan menjadi kaisar boneka. Baru sebelum kematiannya dia menyadari bahwa dalam hidupnya yang singkat dia hanyalah pion bagi kekuasaan dan keinginan orang lain. Ketika kota itu akan jatuh, dia yang dipenjara selama bertahun-tahun memotong wajah cantiknya yang telah menjadi kutukannya selama separuh hidupnya dan mengakhiri hidup tragisnya dengan sutra putih. Begitu dia kembali ke masa mudanya, dia memandangi jenderal yatim piatu pengkhianat yang diinjak-injak dan dipermalukan oleh anak-anak kerajaan yang manja di halaman terpencil. Dia ingat pahlawan pembunuh yang menerobos gerbang kota dengan darah dan darah kental di kehidupan sebelumnya. Li Yuanmin menghela nafas dan diam-diam membawa anak yang memar itu kembali ke istana untuk merawatnya, berharap dapat menghilangkan permusuhan darinya dan meminimalkan penderitaan orang-orang. *** Bertahun-tahun kemudian, jenderal besar yang menenangkan perbatasan, kembali ke istana. Hal pertama yang dia lakukan bukanlah kembali ke kediamannya, melainkan langsung menuju bagian dalam istana. Dia secara pribadi membantu Yang Mulia melepas sepatu dan kaus kaki dan dengan lembut membasuh kakinya. "Menteri ini telah bekerja keras untuk negara Yang Mulia dan melewatkan kebahagiaan seumur hidup," mata jenderal yang tinggi dan perkasa itu bersinar, "Jadi sekarang Yang Mulia harus menganugerahkan rakyatnya sebuah pernikahan dengan Yang Mulia." Note: Novel terjemahan, bukan milik saya, saya hanya menerjemahkannya untuk bacaan offline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines