Story cover for Meetintow_ by asamapaiz
Meetintow_
  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado ago 31, 2017
Mimpi sekaligus kenangan buruk itu hingga saat ini masih menghantuiku. Dimalam yang kelam itu ku ingat sebuah lorong panjang yang tak aku dan teman-temanku sadari. Kami memasuki lorong itu. Disana kami melihatnya. Tidak... aku... aku...hanya aku yang melihatnya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Meetintow_ a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#91vote
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Kuas,Cat dan Cinta de riskairmayadi
11 partes Concluida
Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.
In My Dreams de RinaSuliyati
20 partes Concluida
(Aline) Dia kembali. Dia bilang dia menyesal. Tangan terampil yang membelaiku, aku merindukannya. Mata yang melihatku, suara itu yang ingin aku dengar. Lembut memintaku untuk tidak menangis. (Ray) Jika aku menyentuhmu dalam pelukanku, kau menghilang dan air mata mengalir sehingga bantalku menjadi basah. Akhirnya aku bangun dari tidurku. Setiap pagi selalu seperti ini ... Cintaku. Aku harap aku tertidur selamanya seperti ini. Aku bangun masih dengan kehadiran dirinya ... Meskipun aku harap aku tidak bermimpi lagi, Hari ini juga tampaknya aku tertidur dengan kehadirannya. Dia tersenyum. Ini benar-benar sudah terlalu lama. Aku merindukan ekspresi itu, dia wanitaku, kan?. (Aline) Dia berjalan menjauh Merangkul orang lain Dadaku terasa seperti hancur di bawah beban berat Aku bermimpi lagi, kan?. Keringat dingin mengalir di diriku. Ini menyakitkan, itu mimpi yang aku benci jika untuk mengingatnya. Aku tidak bisa melakukan apa-apa sepanjang hari. Kita akan menghabiskan waktu bersamakan... Cintaku. Aku harap, aku tidur selamanya seperti ini Aku bangun dengan masih kehadirannya.. Meskipun aku berharap aku tidak bermimpi lagi, Hari ini juga tampaknya aku tertidur dengan kehadirannya. (Ray) Semuanya menjadi berawan tapi gambar nya semakin nyata. Seperti dalam mimpi kemarin, hari ini dia datang kepadaku. Sekarang aku tidak tidur sendirian. Aku harap, aku tidur selamanya seperti ini. Aku bangun dengan masih kehadirannya.. Meskipun aku berharap aku tidak bermimpi lagi, Hari ini juga tampaknya aku tertidur dengan kehadirannya. Seandainya aku bisa melihatmu lagi hari ini, Seandainya aku bisa melakukannya lagi, jika kamu kembali lagi .... Jika kamu tidur di sisiku sekali lagi saja, jika itu terjadi lagi ... Aku tidak ingin bangun. Seandainya aku bisa tidur.. ⏰⏰⏰ Fanfic In my dreams 1 terinpirasi dari judul lagu in my dreams (super junior) tapi di perankan sm pemain If.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Kuas,Cat dan Cinta cover
Paper Hearts cover
ϲ Ӏ ɑ ղ ժ ҽ Տ Ե í ղ ҽ cover
Summer Sunshine cover
Pure Witch [END] cover
Mimpi cover
My Remedy In You S&R [END] cover
Haikal-Alina cover
In My Dreams cover
BerTaut cover

Kuas,Cat dan Cinta

11 partes Concluida

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.