LANGIT JINGGA (TAMAT)

LANGIT JINGGA (TAMAT)

  • WpView
    Membaca 383,414
  • WpVote
    Vote 20,334
  • WpPart
    Bab 59
WpMetadataReadLengkap Sab, Feb 27, 2021
"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#153
aga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • When You Love Yourself (Tamat)
  • AURORA [END]
  • Harapan Bunga Terakhir
  • ARGA : THE SAVAGE BOY {END}
  • ALLER
  • Diary [COMPLETED]
  • Jingga dan Senja 2 [PROSES REVISI TANDA BACA]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Gone(✔)🔚

[JUARA 1 KPLI WRITING MARATHON 2021] Tak ada yang benar-benar terlahir dengan sempurna ke dunia. Sesuatu yang tersorot indah oleh mata, tak mungkin terlepas dari cela. Begitupun sebaliknya, apa yang tersorot buruk oleh mata, pasti menyimpan pesona yang tak terduga. Berawal dari Ajeng--gadis biasa yang seringkali mendapat gunjingan mengenai penampilan. Tak lupa, paras pun turut andil menjadi titik utama penilaian. Ayolah! Kapan perspektif menyakitkan itu mereda? Ajeng yang semula diam, kini mulai berani untuk beranjak. Menumpas semua konspirasi yang menurutnya tak pantas dilontarkan. Juga menyadarkan bahwa penilaian kebanyakan orang tak selamanya benar. Juga, pertemuannya dengan Daniel--pemuda satu angkatan dengannya--selalu berujung pada perseteruan. Usaha-usaha yang Ajeng lakukan guna merubah sikap Daniel yang semena-mena justru tak dihiraukan dan dianggap sebagai angin lalu semata. "Kita ini orang biasa, orang miskin. Kamu nggak akan bisa melakukan apa yang kamu ingin. Sebagai orang biasa, kita harus sadar diri, Nak." Apakah Ajeng akan berhasil dengan tindakannya? Note : Cermatlah saat membaca, jangan sampai kau melewatkan pesan-pesan yang tersirat di setiap partnya. Pintar-pintar memilah kata, ambil yang baik-baik dan buang yang buruk-buruk. Copyright © 2020 Start : 1 Desember 2020. Finish : 24 Januari 2021. Revisi : ---- Design cover by me.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan