Story cover for Reina by itsAngginuraini
Reina
  • WpView
    LECTURAS 309
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 309
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado ago 31, 2017
Reina....

"Tungguin gue dong ren, sini nggak lo!"

Aku berlari mengejarnya sambil tertawa. Sore ini hujan mengguyur taman komplek tempat biasanya kami bermain, tetapi tidak menjadi alasan untuk pulang dan berteduh. Bahkan kita berlari bersama di bawah derasnya hujan.Tiba-tiba....

Brukkk!!!....
Ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arah kami. Saat tubuhku hampir tertabrak, Rendy dengan sigap melindungiku.

Sejak saat itu, kehidupan yang dulunya selalu berwarna kini berlapiskan hitam dan putih. Tetapi, semenjak aku bertemu dengannya warna itu perlahan menggantikan hitam dan putih menjadi warna yang indah. Dia, orang yang sudah berhasil mencuri perhatianku dan kembali mewarnai hidupku.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Reina a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Kuas,Cat dan Cinta de riskairmayadi
11 partes Concluida
Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.
Love Hurts de RennySande
11 partes Concluida
Sejak kecil Renata adalah gadis yang hidup penuh dengan perasaan cinta di hatinya, ia sangat mencintai orang-orang disekelilingnya, meski tak pernah ada seorang pun yang mencintainya termasuk-Natalia-ibu kandungnya sendiri. Renata selalu merasa bahwa Natalia sangat membencinya. Selama ini Renata hanya bisa bermimpi jika suatu saat nanti ia bisa merasakan kasih sayang dan pelukan hangat dari wanita yang melahirkannya itu. Selama ini yang menjadi penghibur dan penopang terbesar dalam hidupnya adalah-Romeo-sahabatnya sejak kecil. Romeo selalu menganggapnya sebagai Adik dan tidak pernah lebih dari itu, walaupun sesungguhnya Renata memiliki perasaan lebih terhadapnya, namun sayang Romeo tidak pernah bisa peka dengan perasaan yang dimiliki oleh Renata. ••••• Apakah terlalu sulit, untuk bisa memahami perasaanku ... aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Saat ini yang kumiliki hanya kamu, kamu yang selalu ada untukku. Bagiku kamu adalah semangat yang mampu membuatku tegar menghadapi dunia yang tak pernah adil padaku. Tolong jangan tinggalkan kusendiri, tanpamu aku bisa mati. Aku akan tetap mencintaimu, meski tak kau sadari itu. Tuhan, kenapa aku merasa hidupku ini begitu sangat menyakitkan, aku merasa diriku ini selalu ditolak dan tidak diinginkan oleh duniaku. Apa yang salah denganku sehingga aku selalu diperlakukan seperti ini? Apa salah jika aku berharap perasaan cinta yang kurasanan ini terbalas? Aku juga ingin bahagia, meski hanya sesaat.... -Renata Wijaya- ◇◇◇◇◇ Copyright©2015 By : Renny Sande Genre : Novel Dewasa Romantis Status : Tamat
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Kuas,Cat dan Cinta cover
MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT} cover
HANNA cover
Sefrekuensi {ON GOING} cover
KARMA [Completed] cover
RUANG WAKTU  cover
Love Hurts cover
Hujan Yang Kesepian cover
Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT] cover

Kuas,Cat dan Cinta

11 partes Concluida

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.