"Tak Seharusnya"

"Tak Seharusnya"

  • WpView
    Reads 1,413
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 30, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
Perempuan itu dahulu pendiam, tetapi tiba-tiba perempuan itu berubah menjadi makin pendiam, dan tak ada satupun mampu membuat Nayla jatuh cinta. Bima seorang wartawan membawa cinta tulus untuk Nayla, apakah Nay bisa jatuh cinta dengan Bima?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BROKEN LOVE (End)
  • JANGAN PERGI CINTA
  • Please, Love Me (END)
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • MENDEKAP RINDU
  • Menunggu Senja Kembali
  • Cinta?

Pagi ini Bima sedang dalam perjalanan menuju ke kantor. Saat di depan kantor seseorang memanggil nya "Bim, tunggu" ternyata Rachel sudah 10 menit yang lalu menunggu Bima. Bima menoleh ke belakang "mau apa Lo". "Gua mau ngomong sama Lo" menarik tangan Bima. Bima melepas tangan Rachel "Ngomongnya disini aja". "Ini penting Bim" Bima malas berdebat lalu dia mengiyakan Rachel " di mobil Lo?". Mereka sudah berada di dalam mobil Rachel lalu Rachel menunjukkan sesuatu ke Bima "Apaaa, hamil" Bima kaget. Rachel menunjukkan hasil testpack yang positif "iya gua hamil dan ini anak Lo" memegang perutnya. Bima menarik rambutnya frustasi "aaarghhh". "Lo harus tanggung jawab Bim, Gua gak mau anak ini lahir tanpa seorang papa" sambil meneteskan air mata Bima hanya diam tanpa mengomong sepatah katapun. Rasanya badan nya melemah dia tidak kebayang jika Clara tahu semua ini. "Bim Lo denger Gua gak?" "Iya Gua denger Lo" suara Bima melemah. Rachel memeluk Bima dan dia tersenyum puas karena rencananya berhasil juga untuk kali ini. "Gua harus kerja" Bima melepas pelukan Rachel dan turun dari mobil. Bagaimana keadaan Clara, apakah dia bisa menerima semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines