Story cover for Diary Senja by Ulfiaryn
Diary Senja
  • WpView
    OKUNANLAR 112
  • WpVote
    Oylar 14
  • WpPart
    Bölümler 4
  • WpView
    OKUNANLAR 112
  • WpVote
    Oylar 14
  • WpPart
    Bölümler 4
Devam ediyor, İlk yayınlanma Eyl 01, 2017
Dear Senja,

Entah ini adalah lembaran ke berapa tentang sebuah kisah yang ingin kutulis dengan segala pengharapan yang aku ingin.

Aku masih tetap sama, mengaguminya tanpa kata yang bisa kujadikan sebab. Tanpa langkah yang bisa kujadikan arah.

Sebab, lidahku kelu.
Aku hanya diam membisu.

Perlahan namun pasti, aku akan mati bersama rasa dalam diam yang mengendap dalam bekunya batu es yang menjelma.

Ikuti arah kisah dan langkahku yang berjalan tanpa bisa mengenggamnya.

Sebab, aku bukan siapa-siapa.

Entah bagaimana kisah ini akan berakhir, aku tak tahu?
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun Diary Senja kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#21heal
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 10
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
HILANG [Segera Terbit] cover
Let You Go cover
SENJA JINGGA cover
Senja dan Jingga  cover
About You Radit! (Selesai + Revisi) cover
Jingga dan Senja 2 [PROSES REVISI TANDA BACA] cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover
JINGGANYA SENJA (Lengkap) cover
Langit Senja (End) cover

LANGIT JINGGA (TAMAT)

59 bölüm Tamamlanmış Hikaye

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"