EYES, BLOOD, LIPS

EYES, BLOOD, LIPS

  • WpView
    Reads 2,453
  • WpVote
    Votes 208
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 9, 2020
Candice Enrique. Wanita muda mandiri yang dijuluki oleh media massa sebagai Lady Candice-seorang pebisnis andal di daratan Amerika-terpaksa menodai reputasi baiknya di masyarakat hanya demi melahirkan seorang bayi. Ia bahkan rela menggelontorkan sejumlah dana besar untuk mendapatkan seorang anak dengan membeli sebuah 'bibit' berkualitas. Candice tidak pernah sekalipun mengalami sebuah hubungan percintaan tiba-tiba harus mengalami masa kehamilan berat yang membuatnya beribu kali berpikiran menyesal karena telah memilih untuk mempunyai anak ditengah kariernya yang cemerlang. Tapi Candice yakin, walau hanya seorang diri, ia mampu untuk membesarkan anaknya dengan baik. Disisi lain, Sean Stephenson, model papan atas yang sudah memiliki segalanya itu merasa tidak memerlukan apapun lagi. Hidupnya sempurna. Keluarga yang harmonis. Kekasih dan kisah cinta mereka yang romantis. Karier yang meroket. Harta yang melimpah. Juga wajah rupawan. Sean merasa semuanya sudah cukup dan ia bertekad tidak akan pernah mau keluar dari zona nyamannya saat ini. Takdir menyapa. Mereka bertemu. Bersinggungan satu sama lain. Hingga berpikir ulang tentang tekad yang sudah mereka rancang dari awal.
All Rights Reserved
#128
handsome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjuangan Dia Yang Terlahir Kembali
  • IT'S MY FAULT [FIN]
  • ENAMOUR
  • I Kissed a Billionaire
  • Love is all around Us
  • A Glowing Starlight (Glowing Series)
  • Dark Love: Evanesce (On Going)
  • The Gigolo Baby (SELESAI)
  • My Beautiful Rosè ✔ [SUDAH TERBIT]

Iris Clooper di kehidupan pertama, sangat membenci suaminya yang otoriter, impulsif, dan pasif. Bukankah sangat lengkap untuk menjadi kandidat dirinya benci? Apalagi, dia di buat hamil anak pria itu. Iris tidak menyukai kehamilan yang hanya akan merusak bentuk tubuh indahnya yang selama ini dia banggakan, juga dia membenci adanya sebutir jerawat yang menyebalkan. Tapi semenjak hamil, semua itu hadir! Di tambah, Elazein yang tak acuh akan dirinya, membuat Iris semakin muak saja pada kehidupan. Lantas, bagaimana jadinya, jika di akhir hayatnya, Iris begitu merasa menyesal? Dia baru tahu jika, Suaminya sangat mencintainya. Dan anaknya, sangat menantikan kasih sayang dari dirinya. Di beri kesempatan kedua untuk terlahir kembali, Iris bertekad, dia akan memperjuangkan semua yang harus dia perbaiki. Termasuk, menyayangi anaknya dan membalas .... Cinta sang suami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines