We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LOVE COMES TOO LATE

LOVE COMES TOO LATE

  • WpView
    Reads 397
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 29, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Naya adalah seorang gadis periang, menyenangkan dan memiliki banyak teman, kisah cinta nya begitu rumit karna kehadiran-dan-kepergian Rey. Sebelum menjalin cinta kedua nya adalah teman baik, Rey selalu menyayangi Naya dan begitupun sebaliknya. Namun hanya sebatas "teman baik" Sampai suatu masalah penghianatan Rey yang terbongkar, Naya sangat kecewa, kemudian Naya memutuskan untuk berpisah. Naya mengira berpisah adalah yang terbaik, namun Naya sendiri sering dihantui kenangan yang terlampaui manis. Ditengah keterpurukan Naya menemukan Dimas, sosok yang sangat baik yang perlahan mampu mengobati luka Naya. "Jika menunggu adalah hal yang membosan kan, lalu apakah dengan berpindah hati adalah hal yang menyenangkan? "-Naya Febrianty, aquarius 1999❤
All Rights Reserved
#356
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reynand & Joya | END
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • GALANG [SELESAI]
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • TANEESHA
  • Garis Renggang (Telah Terbit)
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • SAKYA CITRA
  • Destino [SELESAI]
  • Ain't Together [Sedang Direvisi]

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

More details
WpActionLinkContent Guidelines