~PEPPERMINT CANDY~

~PEPPERMINT CANDY~

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 4, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa kehilangan sudah jadi familiar untuk Thania. Ia tahu persis bagaimana rasanya dan tak ingin mengulangnya lagi. Maka dari itu ia menghindari sebisa mungkin hal-hal yang membuatnya merasa kehilangan untuk yang kedua kalinya. Bahkan ia rela melakukan hal-hal bodoh sekalipun. "Peppermint itu permen yang manis, tapi nggak semua orang suka manisnya permen. Sama kayak hidup. Hidup itu sebenernya manis, tergantung cara pandang kita aja akan kehidupan ini. Peppermint itu menyegarkan. Sama kayak hidup. Kita bisa merasakan kebebasan dari sana. Asalkan kita tau gimana cara menikmatinya." "Orang kalo kebanyakan permen bisa diabetes." Seorang cowok menimpali. "Iya. Sama kayak hidup. Terlalu banyak hidup bahagia juga nggak bagus. Kita nggak bisa berkembang. Dan kita nggak bakal ngerti apa arti penting hidup. Dan kita bakal mati dengan sia-sia, nggak ada pembelajaran apapun." "Lo kenapa tiba-tiba jadi bijak gini?" "Gue cuma inget kata-kata ibu peri gue." Thania mengakhiri filosofi hidupnya itu dengan senyumnya yang paling manis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Gula - Gula
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ARKALYA (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Bahagia & Luka (END)
  • Paradise
  • Maaf, Dara.

•~•~•~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~• "Ayah minta tolong ke Shena, pertimbangin permintaan Ayah kemaren." Paham akan maksud arah pembicaraan Zet, Shena masih diam. Menunggu Zet menyelesaikan ucapannya. "Kondisi Zoya semakin sering drop sekarang. Paling nggak kalau ada Zieldra di samping dia, Zoya jadi lebih semangat ngejalanin kehidupannya." "Tolong kabulin permintaan Ayah kali ini Shena, Ayah janji Ayah nggak akan minta apapun ke kamu setelah ini." Tidak seperti biasa Shena merespon permintaan Zet dengan senyum tulus kali ini, tanpa emosi, ataupun ujaran kebencian. "Ayah tenang aja, Shena bakal lepasin Zieldra kok, tapi nanti dulu ya Yah. Tolong kasih Shena waktu sebentar lagi." Raut binar kebahagiaan terlihat jelas diwajah Zet. Dirinya senang Shena mau berbesar hati merelakan orang yang dia sayang untuk Adiknya. "Kamu serius sayang?" "Iya Yah." "Tapi kasih Shena waktu. Shena juga nggak bakal lama disini. Tunggu Bunda ngejemput Shena dulu. Dan saat itu Zieldra bakal jadi milik Zoya sesuai dengan permintaan Ayah." jawab gadis itu tenang, tak lupa senyum tulus dia sunggingkan. ~•~•~•~•~•~•~•~•~• •~•Star 08/07/2022•~• •~•Finish 22/08/2022•~• ~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• ⚠️follow dulu sebelum baca. ⚠️Murni karya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, atau jalan cerita. ⚠️Belum revisi. Maaf typo bertebaran •••••RANK••••• # 3 fiksiremaja # 2 fiksiremaja # 1 brother

More details
WpActionLinkContent Guidelines