NIARANO
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 1, 2017
Berawal dari seorang gadis yang berjalan dengan tergesa-gesa di kampus barunya yang ada di Indonesia. Dia adalah Niara. Karna tergesa-gesa ia sampai tak menyadari bahwa ada seseorang di depannya yang berjalan santai. Niara : "Aduh! Sorry. Gue buru-buru." ucap Niara Cowok : "Lo yang nabrak tapi lo yang jatuh. Makannya jangan buru-buru bel masuk masih sejam lagi." ucapnya Niara : "Sorry kan gue gamau telat. Apalagi pertama masuk. Bantuin berdiri kek." ucap Niara Cowok : "Gue rasa kaki lo masih kuat buat berdiri sendiri." ucapnya sambil melihat kaki Niara Dasar cowok gak punya hati. Batin Niara Pertemuan yang selalu tak pernah mereka duga. Dimana mereka pergi, selalu bertemu. Apakah mereka akan jatuh cinta? atau bahkan selalu berantem? Yukkk baca ceritanyaa...
All Rights Reserved
#369
pertemuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • IGNITES (END)
  • She's In The Rain; Jung Eunha
  • Kamu
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]

Raski tak pernah menyangka bahwa sebuah ajakan sederhana dari sahabatnya, Alfa, akan menjadi awal dari kisah yang menggugah hatinya. Semua berawal dari ajakan nonton film horor bareng teman-teman kampus-kegiatan biasa yang berubah menjadi momen luar biasa. Gugup, malu, tapi diam-diam berharap. Duduk bersebelahan dengan Dwi, gadis yang baru dikenalnya, membuat perasaan Raski berkecamuk. Dari genggaman tangan tak sengaja di bioskop, hingga tawa bersama di dalam photo booth, perlahan-lahan jarak di antara mereka memudar. Namun, apakah semua ini hanya perasaan sesaat? Atau mungkinkah ini awal dari kisah yang sebenarnya? Dalam dunia yang serba cepat dan penuh kejutan, Raski belajar bahwa cinta tak selalu hadir dalam bentuk megah. Kadang, ia datang dari percakapan canggung, tawa kecil, dan detik-detik sederhana yang bermakna. Karena ketika hati mulai bicara, tak ada lagi yang bisa disembunyikan. Dan Raski pun mulai menyadari... mungkin, dia memang telah menjadi milik Dwi-sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines