DuGem: Duda Gemes

DuGem: Duda Gemes

  • WpView
    Reads 160,331
  • WpVote
    Votes 1,307
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 25, 2017
Raditya Suwiryo, seorang duda sukses, memiliki beberapa perusahaan besar dan usaha dalam bidang kontruksi. Raditya Suwiryo tidak pernah mempercayai cinta karena kegagalan pernikahannya, namun hatinya berhasil diluluhkan salah satu karyawan yang bekerja di perusahaannya. Adelia salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan Raditya. Adelia suka mencari perhatian pada setiap laki-laki terlebih lagi Raditya. Adelia mengetahui kelemahan dari Raditya dan berusaha memanfaatkan kelemahan Raditnya untuk memenuhi kebutuhan dompetnya. Namun di lain pihak Adelia masih menjadi simpinan dari Hendra Biantoro seorang pengusaha sukses dan saingan Raditya. Bagaimanakah kisah liku-liku percintaan Raditya dan Adelia, akankah Adelia tetap hidup dalam dunia malamnya sebagai seorang mantan PSK? Ataukah menjadi kekasih Raditya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Bayang-Bayang Rahasia
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • One Night Stand - POSSESSIVE ALDEN (Terbit cetak!)
  • Conquer Dream, With Bos! (End)
  • BAD PERFECT
  • Warisan In Mission: Jeklin (TAMAT)
  • Dunia Milik Sang Posesif [END]
  • Suck It and See (Complete)

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines