Story cover for Let's Get Married by Dewii2507
Let's Get Married
  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Sep 02, 2017
Bagi seorang Adwa, menikah adalah sesuatu yang sangat sakral, sekali seumur hidupnya dengan yang sangat mencintai dan dicintai olehnya, di usianya yang sudah 25 tahun ini, Adwa sama sekali belum membawa satu lelaki pun untuk di kenalkan kepada eyang nya, bagi Adwa sendiri, yang terpenting adalah karir dan eyang nya. sampai pertemuan pertamanya dengan seorang lelaki bernama Ilham, lelaki yang di jodohkan dengannya, Ilham di usianya yang cukup matang membuat Ilham menyadari kalau dia harus segera menikah, jadi untuk memudahkan segalanya Ilham menerima perjodohan itu, dan Ilham sendirilah yang menawari untuk hubungan yang serius pada Adwa, pada awalnya Adwa terlihat sanksi, tapi mengingat bagaimana keseeriusan dari sikap lelaki itu, akhirnya Adwa mau menikah dengannya, ternyata pernikahan mereka tidak seindah seperti sebuah kisah novel yang ada di toko buku, lelaki itu mungkin baik, tanggung jawab dan soleh seperti yang Adwa inginkan, tapi, satu hal, satu hal rahasia tentang hatinya, kalau ternyata Ilham amsih menyimpan nama seseorang di hatinya, Sandra, cintanya yang telah menghilang namun masih terkenang di hatinya, sanggupkah Adwa mengetuk pintu hati Ilham, sementara lelaki itu sudah menutupinya rapat-rapat.
All Rights Reserved
Sign up to add Let's Get Married to your library and receive updates
or
#116ilham
Content Guidelines
You may also like
LimMit! (Sudah Revisi) by Uri_rin
36 parts Complete Mature
#story12 Mitha Serena Sanjaya, perempuan berumur 24 tahun yang masih ingin menikmati kehidupan masa mudanya, terpaksa menikah dengan seorang laki-laki bernama Halim Naufal Aryandra. Mitha menolak keinginan orang tuanya, tapi penolakannya tidak berarti apa-apa karena dia tetap menikah dengan laki-laki yang jauh di atasnya. Di mata Mitha, Halim hanya om-om yang menyukai anak kecil karena Mitha merasa dirinya masih kecil, tidak cocok menjadi istri dari laki-laki berumur 30 tahun seperti Halim. Dari awal pernikahan, Mitha selalu bertingkah, dia sering keluar malam-malam untuk pergi ke kelab bersama sahabatnya, bahkan bersama pacarnya. Meskipun sudah menyandang status sebagai istri Halim, Mitha tetap meneruskan hubungannya bersama sang pacar, yaitu Zaki. Halim harus mengerahkan kesabarannya untuk menghadapi Mitha. Selepas kerja, dia harus mencari keberadaan istrinya di kelab, dan harus sabar saat melihat sang istri berjoget ria dengan laki-laki lain. Sampai suatu ketika, Halim merasa semua kesabarannya sudah mencapai batas yang tidak bisa di tolerir lagi. "Aku juga punya batas kesabaranku, Mitha. Kalau kamu melampaui batas kesabaranku, aku tidak akan segan-segan memarahimu." Halim memang laki-laki paling sabar yang pernah Mitha temui, tapi kesabaran Halim tidak seluas samudra. Laki-laki itu juga memiliki batas kesabaran, dia juga bisa marah. Menghadapi semua tingkah Mitha selama ini dia mampu, tapi ada satu hal yang tidak boleh dilewati oleh perempuan itu. Apakah kesabaran Halim di kuras habis oleh seorang Mitha yang kekanak-kanakan, manja, dan masih belum dewasa itu? Bagaimana kisah pernikahan Halim dan Mitha, dua orang yang memiliki sifat yang bertolak belakang itu? Tanggal penulisan: 4 agustus 2024 - 10 agustus 2024 SUDAH REVISI PENULISAN
You may also like
Slide 1 of 9
Istri Cadangan cover
DECISION  cover
The Bleeding Lady [completed] cover
Istri Kedua cover
LimMit! (Sudah Revisi) cover
A Wedding Moment (END) cover
Goda istriku cover
Mengikat Hati [✓] cover
Sepotong Luka cover

Istri Cadangan

22 parts Complete

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"