Assalamu'alaikum Senja

Assalamu'alaikum Senja

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 2, 2017
Aku pernah bertanya pada daun yang gugur, mengapa ia meninggalkan ranting... "Aku rela atas angin, bila dengannya ranting masih tetap hidup" katanya. Lalu aku bertanya pada ranting, mengapa ia melepaskan daun... "Saat aku mengikhlaskannya pada angin, saat itu aku terus mencintainya" katanya. Dari sana aku memahami sesuatu, ternyata mereka hidup dalam ketaatan yang takdir gariskan... Melabuhkan segalanya hanya kepada Tuhan... Setelah cukup lama hati ini tertutup rapat, dan memilih lari dari takdir. Aku mulai belajar ikhlas, sebagaimana daun dan ranting menjalani hidupnya. Dan aku hanya akan melangkah, karena Tuhan sebagai tujuannya. Pada akhirnya aku kembali ke kota ini lagi. Menjemput hatiku yang pernah tertinggal. Berharap dapat menata kembali masa lalu yang pernah berceceran. Untuk hari esok yang lebih baik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Promise
  • Assalamualaikum Cinta
  • di akhir perang
  • Your Time Is My Time
  • Rain
  • kau bukan rumah
  • TRAUMA
  • Cinta dan pencarian diri
  • AKU HANYA UNTUK NAURA

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines