Assalamu'alaikum Senja

Assalamu'alaikum Senja

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 2, 2017
Aku pernah bertanya pada daun yang gugur, mengapa ia meninggalkan ranting... "Aku rela atas angin, bila dengannya ranting masih tetap hidup" katanya. Lalu aku bertanya pada ranting, mengapa ia melepaskan daun... "Saat aku mengikhlaskannya pada angin, saat itu aku terus mencintainya" katanya. Dari sana aku memahami sesuatu, ternyata mereka hidup dalam ketaatan yang takdir gariskan... Melabuhkan segalanya hanya kepada Tuhan... Setelah cukup lama hati ini tertutup rapat, dan memilih lari dari takdir. Aku mulai belajar ikhlas, sebagaimana daun dan ranting menjalani hidupnya. Dan aku hanya akan melangkah, karena Tuhan sebagai tujuannya. Pada akhirnya aku kembali ke kota ini lagi. Menjemput hatiku yang pernah tertinggal. Berharap dapat menata kembali masa lalu yang pernah berceceran. Untuk hari esok yang lebih baik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain
  • Promise
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • di akhir perang
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Sepercik Doa Santri
  • HATI💔 YANG TERPILIH
Rain

Hujan... hujan... hujan... Meskipun langit setia menumpahkan tangisnya aku tetap datang ke tempat itu menunggunya.. taman itu.. taman yang selalu menjadi menjadi kenangan kita... taman yang mempersatukan kita.. taman yang membuat hujan memisahkan kita... Sampai saat ini meski 10 tahun telah berlalu aku tetap menunggu mu di bawah tangisan langit.. aku tetap menunggumu di taman ini meski hujan turun dengan derasnya... akankah kita dipertemukan kembali oleh hujan yang telah memisahkan kita dulu??

More details
WpActionLinkContent Guidelines