KABUT
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 6, 2017
Aku menyebutnya : 'kabut'. Ketika orang- orang bangga mengatakannya, aku terpuruk. Bukan asing yang menyergap. Tapi gelenyar emosi dahsyat Menyerang lorong- lorong kebimbangan yang sepi. Aku masih menyebutnya kabut Meski siang menyombongkan diri
All Rights Reserved
#130
kabut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • Lesion (END)
  • Raya Dan Raka .(LENGKAP✅️)
  • 《This Heart♡》{END}S2 CEK ACCOUNT INI
  • Patience become love✅
  • Razean
  • Sarcastic Girl (End)
  • Renjana Niskala [slow up]
  • Kita Sembuh Bareng?

Hinaan 'sakit jiwa' tak pernah asing terdengar di telinga Jiandra. Terlebih, perkataan tersebut selalu terlontar dari mulut ibu kandungnya. Bukan tanpa sebab hinaan tersebut diutarakan, karena Liliana Devika-sang ibu dari Jiandra, menyimpan jejak masa lalu terburuk yang pernah ia lalui sendiri. Paksaan terhadap ikhlas, puncak amarah, kebencian dan rasa lelah menyatu dalam kisah ini. Jika tertarik, baca saja. Tetapi, jika sebaliknya, tinggalkan saja akun ini tanpa meninggalkan jejak kebencian. [BELUM DIREVISI!] ❗DILARANG PLAGIAT❗ 📌 Cerita ini murni hasil pemikiran author sendiri, jika ada kesamaan dari berbagai latar, nama tokoh, alur dan sebagainya adalah murni ketidaksengajaan. Cover by: Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines