
Aku menyebutnya : 'kabut'. Ketika orang- orang bangga mengatakannya, aku terpuruk. Bukan asing yang menyergap. Tapi gelenyar emosi dahsyat Menyerang lorong- lorong kebimbangan yang sepi. Aku masih menyebutnya kabut Meski siang menyombongkan diriAll Rights Reserved
1 part