Walaupun kembar, tapi memiliki kepribadian yang berbeda jauh. Hal tersebut sudah lumrah, memang pada dasarnya setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, bukan?
Dena Permata Cahyani, tidak butuh dikelilingi oleh orang-orang yang peduli padanya, kalau ternyata hanya fake. Dena hanya butuh setidaknya ada seseorang yang benar-benar tulus, yang benar-benar ada untuknya, tidak peduli siapa Dena, tidak peduli latar belakang Dena. Hanya yang benar-benar tulus, Dena sudah sangat bersyukur.
Nada Dwi Cahyani, ramah, cerdas, easy going. Mungkin karena itu Nada memiliki banyak teman, hampir di setiap kelas ia memiliki kenalan. Semua orang menyukai Nada, semua orang peduli pada Nada, dan semua orang menyanyangi Nada. Tanpa ada yang tahu, kalau gadis yang terlihat selalu ceria itu, merupakan gadis paling rapuh. Tanpa ada yang menyadari, kalau si perik baik hati itu, disisi lain terlihat seperti penyihir jahat.
Jina tidak pernah benar-benar merasakan hangatnya kasih sayang di rumah. Dia tumbuh menjadi gadis ceria yang pura-pura kuat, sampai akhirnya jatuh cinta untuk pertama kali dengan Juna - cowok tinggi, manis, tapi sibuk dengan dunianya sendiri. Demi bisa dekat, Jina rela pindah sekolah dan melakukan banyak hal untuknya.
Di tengah kisah cinta sepihaknya, Jina bertemu orang-orang yang mengajari arti keluarga, persahabatan, dan keberanian buat jadi diri sendiri. Meski sering disakiti perasaannya, Jina tidak pernah menyerah. Karena baginya, masa remaja itu tentang belajar merasakan semuanya -
Tapi apa Jina bisa terus bertahan dengan sikap cuek Juna? Dan mungkinkah cintanya yang selama ini dipendam, akhirnya bisa terbalaskan?
"Cinta pertama itu susah dilupain, apalagi kalau dia masih di depan mata."
Cover pict from pinterest