Malaikat Di malam hari

Malaikat Di malam hari

  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 2, 2017
Di bangun tidur mu,kau membuka mata mu,beranjak dari kasur menuju dapur,terlihat ibu yang sedang memasak ,kau terduduk diatas kursi makan menunggu masakan ibu mu siap tersaji di depan matamu,memberi salam pada ibu mu dan pergi beranjak dari rumah tuk aktifitas yang kian padat di kota,siang dan sore ibu mu selalu menanyakan kabarmu lewat notif hp mu,notifnya selalu kau lewat,"Bu,aku sibuk jangan ganggu aku",ia tetap mengerti dan mendoakan mu dalam shalatnya,pulang ke rumah dengan dinginnya kau tak menanyakan kabarnya dan langsung istirahat berbaring diatas kasur nyamanmu,ia tetap mengerti,malam saat kau tertidur,ibumu selalu mengecup kening mu,membelaimu dalam doanya,hingga akhirnya kau harus menerima ia terbaring di bawa tanah sebagai mahkluk tak bernyawa,belaiannya,senyum di pagi harinya,kau akan merindukannya ...kau akan menginginkannya kembali. ia adalah malaikat di malam hari..
All Rights Reserved
#17
dreamwork
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Code (Lima)
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Heart & Vein END
  • May I Love You?
  • Married For Stimulate
  • Regards, Natashira (END)
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Sulaksmi - SEGERA DITERBITKAN

~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.

More details
WpActionLinkContent Guidelines