Haiii...
Apa kabar? Ah, sudah pasti kamu baik-baik saja. Karena memang kamu harus baik-baik saja.
Aku rindu, kamu tau? Sudah pasti tidak. Karena kamu gak akan pernah mau tau.
Seandainya aku berani, berani mendekatimu, berani menyapa dan tersenyum kepadamu. Tapi sayangnya aku tidak seberani itu, aku pengecut kan? Memang. Aku bodoh? Jelas. Aku hanya berani mencintaimu diam-diam, memperhatikanmu dari jauh, memastikan kamu tetap bahagia.
Aku tidak memiliki apapun untuk membuatmu tertarik kepadaku, aku tidak bisa menjadi mereka yang dekat denganmu.
Rindu itu berat, itu kata dilan. Kalo kataku sih rindu itu menyiksa. Contohnya sekarang, aku sedang merindukanmu. Dan itu sangat menyiksaku, membuatku gelisah, membuatku ingin menangis tanpa sebab.
Dari aku
- Pengagummu❤
[Revisi setelah extra chapter]
Awalnya dia adalah temanku, teman terbaikku. Tapi setelah status kami sebagai teman, kini dekat menjadi sahabat. Lalu kini status sahabat itu mengantarkanku pada perasaan yang sesungguhnya, aku memungkiri hal itu.
Setiap hariku selalu ada tawa kecilnya, walaupun hanya sekecil itu kemungkinannya. Tawa dan senyum itu seperti aki yang menghidupkan mesin, aku hidup karena tawa dan senyumnya.
"Dulu aku pernah terpuruk, tapi hal yang membuatku semakin terpuruk adalah perasaanku padamu." - Cakra Avior
Aku masih bisa menahan perasaanku, namun aku takkan sanggup meruntuhkan persahabatan yang menuntunku pada perasaan sedalam ini.
Kamu adalah temanku, lebih dari sekedar teman terbaikku Wal.
Note: kalau suka dengan cerita ini, silahkan tekan simbol bintang di pojok kiri bawah. Terima kasih😁