Alasan Hitam Putih

Alasan Hitam Putih

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 25, 2018
Kisah seorang gadis yang bernama Dita apriliyana. Siswa ips yang super duper berisiknya, sekaligus murid primadona dikalangan senior. Keseharianya yang simple se-simple plastik menjadikannya tumbuh sebagai gadis bebas. Beda dengan gilang anak cowo yang bener bener sibuknya minta ampun. Sibuk dengan jadwalnya. Monoton lah hidupnya. Ya walau sama sama doyan ngomong sih, tapi kalo gilang ngomong itu dipikir dulu sedangkan dita engga. Disitu bedanya. Yang satu punya otak dipake yang satu lagi punya otak diistirahatin. Kalo di ibaratkan sama permainan catur itu mereka bagaikan ratu sama benteng. Karna memang udah takdir mungkin ya, hidup mereka selalu aja nyambung kaya kereta. Kadang kalo ga nyambung ya berjajaran lah kaya rel kereta sama jalan. Yang jelas sama sama anak ang yang sedang mencari arti kehidupan yang indah pada waktunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abrega
  • Petikan Lingga
  • BERLABUH | Pada Siapa? [Belum Revisi]
  • Story Of School
  • Cold Boy
  • GREY NO MORE | RAMI X HARUTO ( TAMAT )
  • diary blue
Abrega

"Aneera," panggil Abrega. "Hmm?" sahut Aneera seraya menatap Abrega. "Tujuan hidup lo apa?" Aneera memicingkan matanya. "Kenapa emang tanya tanya tujuan hidup gue?" "Karena sayang." "Apasih?" "Ya lagian, ya karena mau tau dong, pake nanya" Aneera menghembuskan nafas. "Tujuan hidup gue itu, bikin diri gue sendiri bahagia, dan orang-orang yang disekitar gue juga bahagia." Abrega tanpa sadar tersenyum tipis. "Gue boleh minta tujuan hidup lo nggak?" "Maksudnya?" Abrega menatap kedalam mata Aneera. "Iyaa, soalnya gue mau bikin lo bahagia." Aneera terdiam beberapa detik, terkunci oleh kata-kata dan juga tatapan mata dari Abrega. "Kenapa mau bikin gue bahagia? kenapa nggak bikin diri lo sendiri aja yang bahagia?" Abrega yang mendengar itu tersenyum sangat tulus dari hatinya yang paling dalam. "Kan kalo lo bahagia, gue juga bahagia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines