Kakum
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 24, 2017
Aku hanyalah satu dari sekian ribu mahasiswa yang merantau di universitas ini. Satu dari sekian ratus mahasiswa yang menuntut ilmu. Dan aku, satu dari banyak mahasiswa yang mengagumi sosok itu. Ya, sifatnya yang cuek tapi supel, tinggi tapi rendah hati, terlihat sangar tapi penyabar. Aku seorang wanita, muslimah, berhijab, dan pantaskah aku jika aku tak turut menghijabi hatiku? Ketika syaitan menggelayuti hati dengan segala iming-iming dunia, akankah aku ikut dengannya? Aku mengingatkan diriku, bahwa jika laki-laki berkumis itu memang Allah gariskan untukku, apa yang aku risaukan? Namun jika dirinya bukan untukku, kenapa aku harus memaksakan kehendak-Nya?
All Rights Reserved
#10
ismail
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Ketika Wanita Yang Meminang
  • Ketukan Takdir
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Cukup Di Kamu Saja [End: Lengkap]
  • SERIBU HADITS✓
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Gadis Tanpa Gelar
  • Jodohku Gus Tampan

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines