Ungkapan Hati

Ungkapan Hati

  • WpView
    Reads 644
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 13, 2020
WpInfo
Poetry
Banyak kata dan kalimat yang menumpuk di hati. Tak dapat diucapkan dengan berbagai alasan. Namun juga tak bisa selamanya untuk terus dipendam. Beribu-ribu rasa sakit, kecewa, sedih ataupun senang selalu terpendam di dalam suatu ruang yang dalam. Pintu yang terkunci membuat mereka tak dapat keluar. Kini akan ku buka secara perlahan pintu itu dan mengeluarkannya satu per satu.
All Rights Reserved
#834
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Introvert
  • Derena
  • Bumaga i Ruchka
  • Bukan Kita D.A.N
  • Another Me
  • Alana (Tamat)

Waktu itu, kau hadir dalam hidupku. Membawaku pada harapan yang tak akan pernah terjadi. Mustahil, Mustahil jika hadirku menggetarkan hatimu yang memang sudah beku sejak awal. Perpisahan yang telah terjadi bertahun-tahun tidak membuat perasaan ini hilang. Bahkan setelah perpisahan itu, aku masih menantikan hadirmu. ___________ Di malam yang hening Setelah berpisah sekian lama, kami pun dipertemukan kembali... "Kamu Cio kan?" Tanyaku sangat antusias memastikan jika itu benar Cio, teman masa kecilku. Perlahan senyumku merekah, hati yang dingin terasa menghangat. Secercah harapan timbul dalam hati. Aku ingin hubungan pertemanan kami kembali seperti dulu setelah sepuluh tahun berpisah. Namun, hatiku sudah terlanjur jatuh. Apakah aku mampu mempertahankan status pertemanan itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines