We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
181 Derajat

181 Derajat

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 16, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang perasaan seorang wanita, mencintai laki laki yang tidak memperdulikannya. Usaha dan penantian panjangnya tak pernah membuatnya menyerah. Hingga suatu ketika, perasaan itu berbalik 181 derajat. Laki laki yang dulu tak pernah perduli malah balik mengejar cinta dan mengharapkan kesempatan kedua. Kemungkinannya dua. Diberikan kembali cinta yang telah hilang, atau ditinggalkan dan dibiarkan menyesal. Si wanita itu aku, Sarah Afsheen Malik, penulis puisi untuk Zafran. Akan kuceritakan semuanya disini. VOTE UNTUK PART SELANJUTNYA! xoxo
All Rights Reserved
#954
cintabertepuksebelahtangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • The Game
  • Yang Tertinggal
  • TWINS DISASTER (END)
  • Upside Down
  • Waktu yang Menyatukan
  • Juan (COMPLETED)
  • Fragmen Waktu
  • Limerence
  • [END] Blind Rainbow

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines