It Hurts

It Hurts

  • WpView
    Reads 16,497
  • WpVote
    Votes 933
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 13, 2018
Senja itu seperti pertemuan terang dan gelap. Saat senja tiba kita bisa melihat sisa cahaya dari matahari yang membaur dengan kegelapan malam yang mulai datang. Meraka menyatu dan membuat langit seakan-akan berwarna jingga dan sangat indah. Namun bagi langit, senja tidak seindah yang orang katakan. Senja memang Indah saat menyatu dengan langit, tetapi langit tidak menyukai senja. Langit lebih memilih menunggu pudarnya warna jingga itu kemudian melihat bagaimana proses terang akan berubah warna menjadi gelap. Dan pada saat itu, munculah satu persatu cahaya kecil yang menggantikan posisi senja untuk mendampingi langit dikala malam telah tiba. Cahaya-cahaya kecil itu dinamakan bintang, dan bagi langit bintang adalah anugrah untuknya. Dan mulai saat itu senja berbisik kepada semesta bahwa ia siap untuk dilupakan dikala ia mulai tenggelam bersama pahitnya kenyataan bahwa langit lebih menyukai bintang dibandingkan senja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GADIS BULAN UNTUK SENJA
  • Langitra
  • Cerita dari Senja
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Langit Senja [end]
  • Senja dan Langitnya
  • Langit Menanti Senja[Completed]

Harapan yang sempat menyala selama pertemuan itu kini terasa pudar bersama senja. Seperti bunga yang layu di hujan malam, mimpi dan cita-cita terasa menjauh bersama perginya cahaya mentari. Tinggallah hanya kenangan yang indah tetapi menyakitkan, sebuah pertemuan yang indah tetapi singkat, seperti senja yang tak pernah berhenti berjalan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines