When You Show Up

When You Show Up

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 12, 2017
Dira, selalu berpikir kenapa dia selalu ketemu sama Afran terus? Padahal Dira membenci- ah bukan lebih tepatnya muak dengan sifat Afran yang sok dingin itu, tapi kenapa kalau ada apa-apa Afran nanya nya ke Dira? Atau, Afran engga pernah tuh dingin sama temen kelasnya yang lain, padahal sih mereka itu satu Geng dari kelas 10! Tapi, entah kenapa mereka engga pernah akur kaya sama temen-temen cowok dia yang lain. Afran yang tertutup, dipertemukan dengan Dira yang hangat dan ramah, niat Dira bukan karena suka sama Afran, tapi bukannya aneh mereka satu geng tapi engga pernah ngobrol? Ah, pokoknya ini bukan masalah hati, Dira cuman pengen dekat sama Afran sewajarnya mereka berteman saja kok. (BERDASARKAN KISAH NYATA)
All Rights Reserved
#586
bestfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • Sacrifice
  • 41 HARI
  • SAYA [Stay As You Are]
  • The First
  • SHALFA [SUDAH TERBIT]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • AlAz  (end)

Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. #1ceritapendek (25/6/26) 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines