Alone
  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 7, 2017
Hampir genap tiga puluh tahun usiaku. Teman-teman sebaya sudah banyak yang menemukan muara cintanya, sedangkan aku masih begini saja; terbelenggu masa lalu. Tak usah dikasihani, begini-begini aku memiliki teman kencan yang sabarnya seluas samudera; memaklumi kondisiku dengan lapangnya. Seperti sepasang muda-mudi, bisa dikatakan akupun berpacaran. Malam minggu saatnya wakuncar terbaik, tahu apa wakuncar? Waktu kunjung pacar, istilah lagu dangdut yang tersohor pada masanya. Terkadang hanya bertandang di teras rumah, sesekali menonton ke bioskop, acapkali makan malam di luar sambil mendengar live music biar asyik. Oh ya, belum kuberitahu ya, enaknya pacarku ini, kapan saja mau kupeluk. Seperti bertemu ganja, aku candu. Tahun depan akan kupersunting saja nampaknya, biar kumiliki seutuhnya. Seru juga membayangkan berdiri di pelaminan kemudian menyalami tamu-tamu sambil memperkenalkannya, “Ini istriku, namanya Kesepian”. . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Marrying My Best Friend
  • Butterfly Effect
  • About me (aku bocah alay)
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • One More Time  (GOOGLE PLAY BOOK & KBM APP)
  • Me and My World
  • Maina & Maxim
  • Angel To Raya (END)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)

Dia pamer tentang bagaimana suaminya menggairahkannya setiap malam. Aku hanya mendengar, tapi lama-lama... aku ingin merasakannya sendiri. Dan ketika aku mendapat kesempatan, aku tak bisa berkata tidak. Ini salah, tapi kenapa rasanya sangat benar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines