Magang In Love

Magang In Love

  • WpView
    Reads 2,227
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2019
Sebagai seorang siswa SMK, Virsanya Kareninna atau yang biasa disapa Vika diwajibkan untuk melaksanakan magang. Magang bukanlah sesuatu kegiatan asing bagi murid SMK, karena ini adalah program wajib bagi mereka. Kehidupan Vika yang semulanya hanya biasa-biasa saja menjadi sedikit rumit setelah menjalani kehidupan dunia magang selama beberapa hari. Bersama dengan Kania Larasati, teman satu sekolahnya, Vika mencoba untuk bertahan dalam dunia 'kerja' yang sangat berbeda jauh dengan dunia sekolah. "Coba aja kalau bukan bos, sudah gua lempar ini map ke dia" -Virsanya Kareninna "Kamu anak SMP kenapa ada disini?" -Faisal Abimanyu M.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tiga tahun dalam diam
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Miss Anindya, I Love You (TAMAT)
  • CEZALINE
  • EVERYTHING HAS CHANGE
  • LEITHLEACH
  • AGGA
  • Uwu! [TAMAT]
  • Let Me be Your Man
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Bagi seorang Nana, Dikta adalah sosok teman sekelas yang selalu berhasil mencuri perhatiannya sejak hari pertama masuk SMK. Nana menyimpan perasaannya rapat-rapat, mengagumi Dikta dari bangku belakang, menciptakan percakapan-percakapan imajiner di benaknya, dan berharap suatu saat Dikta akan menyadari keberadaannya lebih dari sekadar teman sekelas biasa. Sayangnya, Dikta terlalu asyik dengan teman-temannya, pelajaran, dan dunianya sendiri hingga tak pernah menangkap sinyal-sinyal halus (atau mungkin tidak terlalu halus) yang sering Nana kirimkan. Tiga tahun berlalu begitu cepat, dan ujian akhir semakin dekat, menandakan akhir dari masa SMK mereka. Nana dilanda kebimbangan yang semakin besar. Terus memendam rasa dan membawa penyesalan setelah lulus, atau akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya dengan risiko ditolak dan membuat suasana menjadi canggung di sisa waktu yang ada? Di tengah kegelisahannya, berbagai momen lucu, salah tingkah, dan terkadang menyakitkan terus mewarnai interaksi mereka di dalam kelas, semakin memperumit perasaan Nana dan membuatnya bertanya-tanya, akankah Dikta pernah tahu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines