I Love U (My Bad Boy)

I Love U (My Bad Boy)

  • WpView
    Reads 2,828
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Dasar cowok brengsek, bisa bisanya elo selingkuh didepan mata gue sendiri. Benci gue sama lo. Tai!" Teriak Flora pada laki laki berseragam putih abu-abu yang sama seperti dirinya. Anak laki-laki itu menghentikan langkah kakinya, berbalik dan tersenyum jahil pada gadis yang masih dianggap sebagai adik kecilnya itu. "Flora hustt gak boleh gitu ngomongnya." Kata Samudra menutup bibir mungil adiknya membuat anak-anak dikelasnya tertawa. "Dasar jahat. Sampe kapan sih elo gantungin gue? Apa kurangnya gue coba?" ucap Flora berapi-api. "Gue gak gantungin elo Flora cantik. Elo kan tau gue udah punya Priska lagian elo punya kedudukan lain dihati gue, ya elo sebagai adik gue Flor." Andin sudah terbahak dengan ucapan Samudra. Betul juga yang dibilang Samudra. Dia sudah memiliki kekasih tapi masih saja dikejar-kejar oleh Flora. "Andin diem lo!" Nah lho, Andin langsung kicep kalau sudah mendapat amukan dari sahabatnya. Flora kalau marah biasanya ngacak-ngacak tong sampah. Tapi kali ini mereka ada didalam kelas dan tidak ada tempat sampah jadi aman reputasi Andin sebagai sahabatnya Flora. "Dasar jahat loe ! Priska ogeb gitu aja masih disukain." Kata Flora lantang. Andin hanya manggut-manggut. Dia setuju dengan Flora kali ini. Priska memang tidak pintar dan juga tidak cantik. Mungkin Samudra memilihnya hanya karena Priska berpenampilan aneh layaknya fashionista. "Gimana kalau nanti malam elo gue traktir bakso aja Flor. Tapi jangan ngambek terus?" kata Samudra merajuk. "Ogah. Emang gue cewek apaan kena sogokan bakso doang. Tambah martabak tiga kardus gue mau dah." Dimas menepuk jidatnya. Apa-apaan sih Flora ini, katanya dia tidak kena dengan sogokan tapi malah minta nambah makanan yang lainnya. Dasar sepupunya itu memang tidak tahu malu. "Dasar rakus lo! Gue beliin entar sama abang-abangnya!" kata Samudra melotot. "Bodo amat!" kata Flora kesal meninggalkan ruang kelasnya.
All Rights Reserved
#48
masakini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMUDRA
  • ARTAN
  • Because I'm Stupid (End)
  • [BL] Sudden Omega
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  •   Dia nadine
  • My Duchess / End
SAMUDRA

"Jangan pergi, atau lo akan mati." Samudra Argazkar Lanuel *** Sebagai pewaris tunggal kekayaan Lanuel yang luar biasa, Samudra selalu berada dalam bahaya. Nyawanya terancam, namun tak pernah tersentuh karena berada dalam kendali lindungan Lanuel. Kemunculan Lilyara merubah hidup Samudra sepenuhnya. Mengingatkannya kembali pada sesuatu dalam dirinya yang telah lama terkubur dalam. Kenyataannya- kehadiran Lilyara tak se-sederhana yang Samudra bayangkan, gadis manis itu hadir di hidup Samudra sebagai petaka yang akan menghancurkan hidupnya. Lilyara secara terang-terangan menargetkannya seolah menyimpan sebuah dendam. Untuk pertama kalinya, Samudra membelot dari lindungan Lanuel, menantang bahaya yang nyata demi satu nama, Lilyara Castyn. Samudra menginginkan Lilyara, tak peduli pada konsekuensi yang akan ia terima, sekalipun itu nyawanya. Keinginan untuk memiliki, menaklukkan, dan menjeratnya muncul begitu saja tanpa kendali. Meskipun Lilyara mencoba melarikan diri darinya, sang predator tetap menemukannya. •• "Cowok gila." desis Lilyara tertahan. Samudra menyeringai dalam, "Lo sumber kegilaan gue, my flower." ••• ⚠ warning! -mengandung kata kasar dan non baku -terdapat adegan kasar dan berbahaya -JANGAN PLAGIAT -hanya imajinasi dari penulis. -media yang ada di cerita ini berasal dari Pinterest. ••BUDAYAKAN VOTE SEBELUM BACA!•• Rank tagar : #1 in aksi -28/12/2024 #1 in badas -14/12/24 #2 in dendam - 16/12/24 #1 in teenlit - 26/1/25 #2 in teenlit -27/1/25 #1 in badromance - 28/9/25 #1 in agenrahasia - 12/12/25 #1 in badromance - 15/6/26

More details
WpActionLinkContent Guidelines