KAMULAH TAKDIR KU

KAMULAH TAKDIR KU

  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, set 7, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
"Sudahlah, jangan pernah muncul di kehidupanku lagi kak... Bila kau merasa bersalah padaku, Pergilah. Kembalilah pada tunanganmu dan lupakan hal itu... " ~ flora maharani "bagaimana aku bisa hidup seakan-akan tidak terjadi apapun, sedangkan aku yang telah menodaimu,... Tapi aku juga tak bisa meninggalkan tunanganku.. Aku dilema, antara tanggung jawab dengan perbuatanku... Atau menepati janjiku pada tunanganku"~ Andista Pratama
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Informed Consent
  • Kehormatan ATAU Cinta
  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • Sunrise After Nightmare "DafaRans"
  • Dia Pilot Tampan Ku (Chikara)
  • Tak Pernah Ternilai
  • Red String
  • Sanskara Sky [END]
  • The Letter Of Memories

"Setiap hal yang terjadi atas persetujuan kita, ada andil kita di dalamnya. Jangan mudah menyalahkan takdir jika ada yang tidak sesuai keinginan, jangan buru-buru menyebutnya ujian, karena bisa saja yang sedang terjadi adalah ganjaran dari apa yang pernah kita lakukan." _ Jovita Hapsari _ Berkisah tentang seorang wanita dewasa, pekerja kantoran, memilih hidup mandiri. Dia pernah jatuh cinta sangat dalam pada pria yang salah sehingga membuat dia tak pernah ingin jatuh cinta lagi, sampai datang kepadanya seorang pria lain dengan sejuta pesona, pria yang menjadi tipe sebagian besar wanita. Mampu membuatnya membuka hati sekaligus menutup hati untuk selamanya. "Keluarga atau pasangan? Ya jelas keluarga! No debat! Karena itu prinsip pribadi gue. Keluarga sudah hadir dari gue bayi, menerima semua baik buruknya gue. Tapi kalau ada cewek yang bisa melebihi atau minimal sama kayak yang keluarga gue lakukan, nggak akan gue lepas lagi." _Pradipta Akmal Rahadi_

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo