Compression's

Compression's

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 30, 2018
Apa yang kalian pikirkan mengenai pernikahan di usia 18 tahun.... Hamil duluan? Perjodohan? Nikah kontrak? . . . . . . Sebenarnya bukan karena ketiganya. Hanya saja banyak tekanan yang dialami Oca, mulai dari tekanan rendah sampai tekanan tinggi terus - terusan ia alami. Hingga suatu saat dia memutuskan menikah diusianya yang ke 18 tahun. . . " Boleh saya cicil aja nggak mas? Saya butuh beneran mas buat tanggal 30. Saya nggak bakal ngilang mas, yakin kok. Tiap minggu saya bayar 50 ribu ya hehehe" " Hmmm... boleh deh, tapi selain ada DP nya, ada syarat yang harus kamu penuhi biar saya percaya kamu nggak bakal ngilang dan bawa kabur barang saya" " Apa mas syaratnya? Harus ngurus surat surat gitu?" " Iya, kita bakal ngurus surat juga nanti" . . . . Dan ternyata surat nya adalah.....
All Rights Reserved
#757
musik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • CACA (TAMAT)
  • Oddly Coupley (Complete)
  • The Crazy Wedding
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Married For Stimulate
  • My Sweet heart
  • My Love Teacher
  • Say Bye
  • Young Married with Harry Styles? [COMPLETED]

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines