From Rambut to Jilbab

From Rambut to Jilbab

  • WpView
    Reads 22,013
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 14, 2024
"Kamu tahu apa hal termahal didunia ini?" "Berlian, emas, mutiara?" Kasya menggeleng. "Terus apa? Cinta? " " Hidayah." "Hidayah?" "Karena hidayah tidak bisa dibeli dengan apapun. Hidayah tidak datang dengan cuma-cuma tapi harus diperjuangkan. Dan hidayah hanya datang pada orang-orang terpilih." (Cerita ini hanya fiksi belaka jadi jangan terlalu baper, dibaca pas lagi senggang, dan jangan melupakan kewajiban karena keasyikan membaca)
All Rights Reserved
#44
istiqomah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Neng Zulfa
  • Rannia√
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Hijrah Sang Gadis
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Raina Maramitha
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Kayla in Love (END)
  • Ya Rabb Beri Kami Hidayah-Mu

Versi Terbaru dari "Neng Zulfa" Katanya jangan menaruh rasa pada seseorang yang tak mampu membaca muramnya wajahmu, tak mampu menafsirkan sembab matamu karena tangis, juga gelagat kepanikan jari jemarimu menahan sakit. Namun, pertanyaannya, bagaimana kalau rasa cinta itu sudah terlanjur ada? Bagaimana cara menampiknya? *** Zulfa Zahra El-Faza, seorang putri kiai yang tidak pernah tertarik dengan cinta, apalagi pernikahan di usianya yang masih relatif muda. Namun, semenjak Fatih Thoriqul Firdaus, gus dari pesantren tempatnya menimba ilmu datang dalam hidupnya, segalanya berubah. A story by Puput Pelangi

More details
WpActionLinkContent Guidelines