ALKANA
  • WpView
    Membaca 230,662
  • WpVote
    Vote 7,822
  • WpPart
    Bab 39
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 13, 2019
Tidak ada yang tau bagaimana aku, begitupun bagaimana kamu. Mereka hanya bisa mengomentari yang terlihat, tidak dengan yang mereka tak lihat. Hal yang memang tidak terlihat, tapi aku merasakannya. Itu adalah lukaku. Yang selalu menjadi teman dukaku. Hidup yang sebelumnya tidak terasa, sekarang menjadi terasa sangat menenangkan. "Kamu itu hadir sebagai lukisan dari bayangan dia yang sebelumnya menjadi pelindungku. Angin tidak akan bisa merebut kamu dari pelukanku seperti angin merebut dia dari genggamanku." ___ Start : 09/09/2017 NOTE : SEDANG DALAM TAHAP REVISI Cerita ini tidak hanya tentang kisah sepasang kekasih tetapi juga tentang persahabatan yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#35
2017
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Antagonis
  • ARDIRA [SELESAI]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • KHALILA AND OTHERS
  • you again ✔
  • U are
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • GREENSTA [END]
  • Ruang & Waktu
Antagonis

Pertengkaran hebat antara hati dan logika tidaklah mudah, memunculkan egois yang terus bergerak meronta dalam diri. Melangkah dengan kaki penuh luka di atas jalan berduri, memeluk kepastian dengan kesakitan yang terdalam. Menarik raga yang hanya bisa diraih, hati yang kosong pergi menjauh dan tidak peduli. Tersakiti, bukan hanya mereka saja. Hati terus merasakan sakit tanpa henti. Menuliskan takdir yang begitu lucu pada kisahnya. Termenung, menyadari jika semuanya salah. Tetapi tidak ingin mengakhiri. Hanya ada kata maaf dan terima kasih yang terucap. Maaf karena memaksakan hati dan terima kasih sudah mau menerimanya dengan luka.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan