Diujung senja yang memilukan

Diujung senja yang memilukan

  • WpView
    Membaca 29
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 9, 2017
"Aku yang memilukan, berjalan sendiri berkabut jingga jerit tawa para penggelana meramaikan namun aku disini pilu, senyap dengan tawa penuh tipu.. Diujung senja yang memilukan, aku liar mencari riang hingga petangpun mulai datang namun sayang, ia hitam tiada terang.. Mataku yang sembab berlinang kesenduan didalamnya ingin aku menangis, namun tanpa ku sadari.. air mataku pun menetes, angin membuat mataku berair dan aku benci mengapa aku begini? mengapa selalu di tempat ini? aku sendiri tak ditemani.. Wahai sang pencipta kebahagiaan.. berikan aku ketenangan dalam kegamangan pikiranku sekarang meski tanpa kuluapkan, kemelut hati yang berantakan tapi ku mohon.. jadikanlah tangis ini penawarnya, hingga tiada lagi sang gelap menjelma berkuasa dalan jiwa.."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#937
rindu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nasihat dalam Puisi
  • Bait-Bait Kata
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU
  • Perihku Ditinggalkan
  • Madah Qolbu❣️
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Pesan Dalam Kata

Jika kau merasa sendiri itu sulit. Maka, sekali lagi genggam tanganku. Aku akan berusaha menjadi peneman terbaikmu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan