Diujung senja yang memilukan

Diujung senja yang memilukan

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 9, 2017
WpInfo
Tula
"Aku yang memilukan, berjalan sendiri berkabut jingga jerit tawa para penggelana meramaikan namun aku disini pilu, senyap dengan tawa penuh tipu.. Diujung senja yang memilukan, aku liar mencari riang hingga petangpun mulai datang namun sayang, ia hitam tiada terang.. Mataku yang sembab berlinang kesenduan didalamnya ingin aku menangis, namun tanpa ku sadari.. air mataku pun menetes, angin membuat mataku berair dan aku benci mengapa aku begini? mengapa selalu di tempat ini? aku sendiri tak ditemani.. Wahai sang pencipta kebahagiaan.. berikan aku ketenangan dalam kegamangan pikiranku sekarang meski tanpa kuluapkan, kemelut hati yang berantakan tapi ku mohon.. jadikanlah tangis ini penawarnya, hingga tiada lagi sang gelap menjelma berkuasa dalan jiwa.."
All Rights Reserved
#950
sajak
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Nasihat dalam Puisi
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Bait-Bait Kata
  • Madah Qolbu❣️
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman