Malam itu, hujan mengguyur deras. Shin berdiri di lorong rumah sakit, dengan tangan yang masih gemetar dan langkah yang terasa berat. Pintu di depannya terbuka, tapi bukan kabar bahagia yang ia terima. Hanya kesunyian. Hanya kehampaan. Satu kata, satu kalimat, cukup untuk menghancurkan segalanya. "Bagus? Lagipula kau juga tidak menginginkannya, bukan?" Di antara rintik hujan dan kenangan yang tak kunjung reda, Shin harus menghadapi kenyataan yang selama ini coba ia hindari. Tapi apakah ini akhir, atau justru awal dari sesuatu yang lebih besar?
Daha fazla bilgi