Rakatra
  • WpView
    Membaca 285
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 8, 2018
Berawal dari pertolongannya ia malah harus terjebak dengan siswa satu sekolahnya, entah kenapa ia merasa menyesal telah melakukan pertolongannya itu, bukan apa apa masalahnya siswa yang dihadapinya adalah siswa yang bernotabane POPULER disekolahnya, Dapet julukan ICE CREAM PRINCE disekolah, selalu dipuja puja kaum hawa, Ditanya fans? Kalian jangan salah kira Justin bieber aja kalah kali, fansnya tidak hanya dalam sekolah tetapi disekolah lain juga. Ah seharusnya ia tidak di tempat itu saat itu, tidak mengiyakan ajakannya saat itu, dan seharusnya ia tidak boleh jatuh cinta padanya bukan? Lelaki dingin itu sama sekali bukan tipeku aku lebih suka coklat ketimbang ice cream, Aku hanya perlu berdiri dengan jarak radius 1 km darinya dan tidak berurusan dengannya bukan? Tapi bagaimana? Kami sekelas. Dia ketua kelas. Dan sialnya, Aku, athira adelia Sekertarisnya. Ini mimpi buruk apa sebaliknya? -.RAKATRA-.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
athira
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Thesis: I'M IN LOVE WITH MY PROFESSOR
  • Just Be Mine
  • Betting On You
  • East sky first love
  • Lesbian? Yes or No? (END S1)
  • Different Taste (COMPLETED IN DREAME)
  • Be my Sweet Darling  [END]
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Milan

"Prof Michelle?", kini mahasiswa itu berdiri didepan meja Ariana. Kini wajahnya juga berubah ketika menatap Ariana dari dekat. Mereka hanya saling tatap untuk waktu yang lama. Ariana menatap lekat-lekat manusia yang berdiri di depannya. That's the girl i slept with. Rebecca. Ariana menggeleng. Menepis kemungkinan bahwa Rebecca adalah mahasiswanya. Jika itu terjadi... "Saya mahasiswa anda, Rebecca Patricia Michelle", Rebecca akhirnya bicara setelah ditatap dengan tatapan penuh tanya. Ia jelas ingat siapa wanita di depannya. Rebecca tidak akan pernah lupa. Jika benar yang kemaren tidur di apartemennya adalah profesornya di kampus, maka mungkin ia tidak akan mengulang kelas tahun depan, namun mengulang tahun angkatan. Hal gila apa yang sudah terjadi. Ingatan saat Ariana mengucapkan namanya di bar malam itu terlintas sebagai validasi kebenarannya kini. Rebecca menatap papan nama di meja profesornya. Ariana Michelle. Bahkan nama belakang mereka sama. Ikatan buruk, pikir Rebecca. Namun itu bukan hal penting. DIA TIDUR DENGAN PROFESORNYA. Chiko akan serangan jantung mendengar ini.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan