Pagiku
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 11, 2017
Seperti hari-hari biasanya yang sudah terlewati. Sesekali tak berjemu jika harus melalui rutinitas memulai pagi dengan beberapa tinggalan pesan darimu semalam tadi dan sambuatan salam rindu menyambut hari, darimu. Entahlah, aku selalu terbawa pada tawa yang mencoba menuntunku menerima luka lara pada situasi yang tidak bersahabat. Tetaplah denganku dengan hidupku yang tak sempurna namun aku selalu berusaha membuat kau berbahagia sekuat-kuatku. Barangkali hal inilah yang membuat pengisah cerita cinta mampu bertahan menyelesaikan keinginan akhir ceritanya indah. Perihal mempertahankan kisah bukanlah perkara mudah. Menyadari bahwa pilihannya adalah hidupnya maka sudah sepantas-pantasnya dua insan harus saling menguatkan bukan malah merasa paling kuat diantaranya. Bisa saja kita terjebak pada hal-hal yang kecil yang seharusnya bisa sangat mudah untuk dikerdilkan tapi berubah menjadi perkara besar jika kita masih terperangkap pada egosentrisme masing-masing, rasa keakuan, kepalingan dan merasa hanya aku yang mengerti dan memahami. Dan aku masihlah seseorang yang merendahkan hati untuk belajar memahami keadaan tentang kita. Sesekali jika menurutmu aku bersalah maka dekap dan peluklah dalam-dalam diriku dan katakan bahwa aku telah melukai hatimu. Begitulah seharusnya aku berbalik padamu. Karena bagiku memilikimu, bersamamu dan didekatmu membuatku sudah merasakan berkecukupan. Tak ada hal lain yang bisa aku kuatirkan perihal membahagian hati pada hari demi hari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Garis Singgung
  • Assalamualaikum Imamku
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Rayuan disepertiga malam
  • flashback~
  • Dear Ukhti
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • You're Here, But Not For Me
  • di akhir perang
  • Menunggumu

Pernahkah kalian mencintai seseorang begitu hebatnya? Disaat kamu baru saja membayangkan dia tidak lagi disisimu, nafasmu terasa berat dan begitu menyesakkan. Bahkan itu terjadi hanya karena kamu sekedar membayangkan hidupmu tanpa dia disisimu. Kamu mencintai dia begitu gilanya, berusaha membahagiakan dan mempertahankan dia disisimu. Tapi ada satu hal yang kamu lewatkan, tidak semua selalu berada dibawah kendalimu. Begitupun dia. Entah sekarang, esok atau selamanya. Kamu tidak akan pernah bisa memastikan dia tetap berada disisimu sekeras apapun usahamu mempertahankannya. Karena sejatinya dialam semesta raya ini, kamu bukanlah pemegang kekuasaan penuh atas kehidupan orang lain. Biarkanlah tangan takdir bekerja semestinya. Tugasmu, bahagiakan dia dengan sekuat semampumu. Sisanya biarkan takdir membawa kisah itu berjalan sesuai alur yang sudah Tuhan gariskan. Entah garis itu saling berdampingan, bersinggungan atau bahkan saling memutus lajurnya. Pastikan kamu menerima segalanya dengan penuh kerelaan. Ingatlah, Jika kalian ditakdirkan tidak untuk bersama, setidaknya semesta pernah menjadi saksi atas perjuangan kalian dalam mempertahankan untuk terus bersama sekuat semampu yang kalian bisa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines