Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Dewa Amor dan Si Perindu.

Dewa Amor dan Si Perindu.

  • WpView
    LECTURES 652
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Chapitres 22
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., nov. 27, 2017
WpInfo
Poésie
kupersembahkan ini untukmu seorang yang kurindukan tapi tidak merindukanku. Yang kusebut Dewa Amor.
Tous Droits Réservés
#187
berpuisi
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Semua Memukul (✅)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Rembulan Yang Sirna
  • poem
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu