HALCYON  [⭐]

HALCYON [⭐]

  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 8, 2018
"Aku menginginkan sesuatu darimu cukup tau bahwa aku menyukaimu, kau tau aku ingin seperti orang normal yg bisa berbincang-bincang panjang denganmu tapi itu mustahil meskipun kita dekat dgn raga tapi kita terlalu jauh dgn jiwamu, kau sadar.. Bahwa aku slalu memperhatikanmu.. Aku masih menunggumu..? Dan sekarang walaupun aku sudah mempunyai kak gabril tapi tetap saja cinta memanglah cinta yg tk bisa di paksakan" kaffah.... " Aku tetaplah aku yg jadi ketua rohis, aku tak s'kerren pacar kamu gabril, dengan berat hati aku yg mengagumimu seakan-akan kita begitu jauh, aku kadang iri dgn gabril tapi apa boleh buat aku ikhlas ketika kamu mersakan kebahagiaan bersama gabril " satria " ffah aku tk pernah punya pacar sesepesial kamu.. Kamu baik sesibuknya kamu, kamu masih sajah memperhatikanku, ini yg membuat aku lebih kagum " gabril
All Rights Reserved
#26
iniceritaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • SATU TUBUH BERIBU BENTUK
  • Another Word To Say I'm Fine (BL||SingtoKrist) [SELESAI]
  • DeKaNa (END)
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • RAGARA [ on going ]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • 24/7-VerDika (BxB)🔞
  • [ BL ] Aku adalah Anak yang Malang. [Berhenti]

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines