Suatu ketika, di sebuah ruangan kosong-merangkap gudang-mereka membuat perjanjian absurd berupa, 'yang kalah adalah dia yang mengaku kalah, baik secara tersurat ataupun tersirat, dalam konteks apa pun. Baik sebuah pertemanan atau hubungan lainnya. Dan yang kalah harus menjadi babu untuk sang pemenang'.
Mengingat sifat mereka yang keras kepala, apakah mungkin salah satu dari mereka sudi mengaku kalah di hadapan sang lawan?
Namun apa daya, sekeras apa pun baja, lambat laun pasti akan rapuh. Sama halnya dengan hati manusia, sekeras apa pun, pasti akan luluh. Dan benar saja, salah satu dari mereka sudi membuang gengsi dan mengaku kalah di hadapan sang lawan hanya karena-
Sebuah perasaan.
Copyright 2017 | Naxeid
JANGAN LUPA VOTE YAAAA💐✨
Mereka berlima berjanji akan selalu bersama. Sampai akhir.
Tapi bagaimana kalau akhir itu datang lebih cepat dari yang mereka duga?
Sebuah kecelakaan mengubah segalanya. Seseorang terbaring tanpa kepastian, sementara yang lain hanya bisa menunggu dalam ketakutan. Harapan mereka mulai pudar, sampai akhirnya... keajaiban datang.
Mereka kembali tertawa. Seolah dunia baik-baik saja. Seolah tak ada yang akan berubah.
Hingga hujan turun. Hingga semuanya hancur.
Dan kali ini, tidak ada yang bisa mengubahnya.
"Lu janji nggak bakal ninggalin kita, kan?"
Tapi janji tak selalu bisa ditepati.