JAV VS JAR

JAV VS JAR

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
Suatu ketika, di sebuah ruangan kosong-merangkap gudang-mereka membuat perjanjian absurd berupa, 'yang kalah adalah dia yang mengaku kalah, baik secara tersurat ataupun tersirat, dalam konteks apa pun. Baik sebuah pertemanan atau hubungan lainnya. Dan yang kalah harus menjadi babu untuk sang pemenang'. Mengingat sifat mereka yang keras kepala, apakah mungkin salah satu dari mereka sudi mengaku kalah di hadapan sang lawan? Namun apa daya, sekeras apa pun baja, lambat laun pasti akan rapuh. Sama halnya dengan hati manusia, sekeras apa pun, pasti akan luluh. Dan benar saja, salah satu dari mereka sudi membuang gengsi dan mengaku kalah di hadapan sang lawan hanya karena- Sebuah perasaan. Copyright 2017 | Naxeid
All Rights Reserved
#6
sho-ai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
  • Ar.
  • Beauty
  • AlReGa [END]√

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines