Story cover for Wishes  by fidashofia_
Wishes
  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Sep 12, 2017
"Tidak semua keinginan terus terkabulkan" 

Apa yang bisa diperbuat manusia selain harus menjalani dengan berlapang dada?

"Aku mulai suka kamu ketika kita bertemu, aku memang bukan cewe yang pintar dan cantik. Tapi, aku tidak suka melihatmu bersedih seperti sekarang ini. Bangunlah aku merindukanmu." Ucapnya dipinggir ranjang Vino.

"Disaat semua hampir selesai, kenapa kamu seperti ini vin? Harusnya aku yang ada diposisi kamu. Ini semua salah aku, aku emang pembawa sial buat kamu." Isaknya kemudian.

Dialam bawah sadar vino. Meskipun dia terbaring koma. Vino mendengar semua ucapan Ashila, tanpa diketahui Ashila. Sebulir air mata pun keluar dari mata Vino.

Masih dalam keadaan terisak Ashila selalu menyuruhnya bangun.

"Bangun vin, bangun" kemudian teriaknya histeris

 "bangun vin! Kamu jahat!"
All Rights Reserved
Sign up to add Wishes to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Lo, Tunangan Gue !!! [Sudah Terbit] by yennymarissa
45 parts Complete
[Tersedia di toko buku terdekat. Beberapa part sudah dihapus] Fani membenci Reihan Nathaniel setengah mati. Cowok playboy yang selalu menjadi most wanted di kampusnya. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan cowok seperti Rei yang tidak bisa menghargai cewek? Bukan. Bukan karena cowok itu berlaku kasar atau apapun. Tapi karena cowok itu terlalu lembut dan membuat hampir semua cewek di kampusnya bertekuk lutut pada pesona -yang menurut Fani justru sangat menyebalkan. Kenapa juga orangtuanya memintanya untuk bertunangan dengan cowok itu? Dan yang lebih menjengkelkannya lagi, kenapa Rei harus menerima pertunangan mereka? Karena sebuah alasan, Rei harus menyetujui permintaan orangtuanya untuk bertunangan dengan Tiffany Adelia. Cewek yang ternyata adik tingkatnya di kampus dan cewek yang ternyata membencinya setengah mati. Tapi Rei berusaha untuk bersikap tenang demi rencananya. Karena ternyata, cewek itu juga pernah terlibat secara tidak langsung dengan masa lalunya. "Sampe tujuan gue berhasil aja, Fan. Setelah itu, gue pasti lepasin lo." Tapi belum juga berhasil, hatinya justru berontak dan membuat rencananya hampir gagal. Atau mungkin sudah gagal? Karena tanpa sadar, dia selalu ingin orang lain tahu tentang statusnya dengan Fani. Bukan lagi untuk keberhasilan rencananya, tapi untuk hatinya agar cewek itu tetap tinggal di sisinya. Fani menatap Rei tajam. "Lo nggak punya hak buat ngatur-ngatur gue." "Gue tunangan lo, kalo lo lupa." "Kita cuma pura-pura, kalo lo lupa." "KALO GUE BILANG JANGAN JALAN SAMA DIA, YA BERARTI JANGAN JALAN SAMA DIA!! JANGAN BIKIN GUE TAMBAH MARAH, FAN!!" bentak Rei sambil menonjok dinding.
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
You may also like
Slide 1 of 10
GUNFA cover
jika bisa memilih cover
Cuaca cover
Hurt Love  cover
Lo, Tunangan Gue !!! [Sudah Terbit] cover
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
DUTRA AZALEA (COMPLETED) cover
I Missing You (COMPLETED)  cover
"Cintaku Kepada Mu" | Yuwin [ON GOING] SLOW UPDATE.  cover
Guru Killer Siswi Keder 《proses Revisi》 cover

GUNFA

13 parts Complete

"Gue anter." Ucap Guntur membuat Hayfa menoleh lagi. "Ga, makasih." "Gue gak nerima penolakan." Ujar Guntur menarik tangan Hayfa menuju parkiran. Hayfa menghempas tangan Guntur. "Pemaksa." Cibir Hayfa menatap nyalang Guntur. "Lepas!!" Titah Hayfa, tapi Guntur tidak mempedulikannya. "Lepas kak!" Tidak ada respon. Tetap sama, Guntur terus mencekal kuat tangan Hayfa. Hingga Sampai diparkirkan, Guntur melepas cekalannya. Membuat Hayfa mengusap tangannya kasar, tangannya memerah akibat Guntur. "Lo ga bisa seenaknya maksa maksa gue, gue bilang nggak yah nggak." Sinis Hayfa. "Gue juga udah bilang, gue gak nerima penolakan." "Siapa lo? kenal juga nggak." Ujar Hayfa membuat hati Guntur mencelos. Definisi terluka tapi tak berdarah. "Lo serius gak kenal sama gue?" Tanya Guntur menatap sendu Hayfa. "Kenal sih, lo ketua Osis Venus kan?" "Hm." ~ Hayfa Syahira Putri Bagaskara. Gadis yang dulu selalu ceria, selalu banyak bicara, berubah menjadi gadis dingin dan cuek. Guntur Arya Mahesa, si kang bucinnya Hayfa. Yang berusaha mendekati Hayfa kembali, dan mencoba membuat Hayfa mengingatnya sebagai teman kecilnya lagi. Kira-kira apa penyebab berubahnya seorang Hayfa? dan bisakah Guntur membuat Hayfa mengingat dirinya lagi? Oke,kalo mau tau kelanjutan ceritanya kayak gimana? Pantengin terus aja ygy. ~ Squel dari cerita "GRAY LOVE" Jika ada kesamaan: Nama,tempat dan latar kejadian. Itu semua adalah unsur ketidaksengajaan.